PENGEMBANGAN PRODUK PASCA PANEN (KERUPUK KEMPLANG IKAN LELE) SEBAGAI DIVERSIFIKASI OLAHAN PRODUK IKAN LELE DI DESA SUNGAI DUA KABUPATEN BANYUASIN
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i1.1302Keywords:
Post harvest, Crackers, CatfishAbstract
Sungai Dua Village, located in Rambutan Subdistrict, Banyuasin Regency, South Sumatra, has significant potential for catfish farming due to its favorable geographical conditions. Catfish, known for its savory taste, is well-suited as a raw material for kemplang crackers. However, the local community lacks the knowledge and skills to process catfish into diversified products like kemplang crackers. The community engagement activity involved catfish farming groups, youth organizations, and the PKK women’s association in Sungai Dua Village, Rambutan Subdistrict, Banyuasin Regency. This activity aims to enhance the understanding and knowledge of Sungai Dua Village residents, especially PKK women, in developing post-harvest products. This is expected to increase community income and create new job opportunities. The implementation methods included activity coordination, training on post-harvest product development, mentoring, and monitoring. The first stage involved coordinating with the village authorities to identify the challenges faced by catfish farmers. Subsequently, training sessions were conducted on the nutritional benefits of catfish, product processing, the procedure for making kemplang crackers from catfish, and packaging strategies. A demonstration activity was then carried out by directly cooking kemplang crackers made from catfish harvested by farmers in Sungai Dua Village. Regular mentoring and monitoring were conducted weekly to observe the community’s progress in independently and sustainably producing catfish kemplang crackers. The activity demonstrated that the residents of Sungai Dua Village now understand and are knowledgeable about the process of developing post-harvest catfish products, specifically kemplang crackers. This has led to increased community income and the creation of new job opportunities.
Downloads
References
Alqamari, M., Kabeakan, N. T. M. B., & Yusuf, M. (2021). Pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah baglog untuk peningkatan pendapatan pada kelompok tani jamur tiram di Kelurahan Medan Denai Kecamatan Medan Denai. Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 73–81.
Amar, M. I., Martana, B., Rizal, R., & Hidayati, A. N. (2022). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pengolahan hasil budidaya ikan lele melalui diversifikasi pada olahan ikan lele. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri, 6(2), 1340–1348.
Asriani, A., Santoso, J., & Listyarini, S. (2021). Konsentrat protein ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) afkir untuk fortifikasi kerupuk melarat. Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime, 2(2), 129–138.
Apriyana, I. (2014). Pengaruh penambahan tepung kepala ikan lele (Clarias sp) dalam pembuatan cilok terhadap kadar protein dan sifat organoleptiknya. Unnes Journal of Public Health, 3(2), 1–9.
Dewi, M. S. R. (2018). Analisis pengaruh penambahan konsentrasi lesitin kedelai dan baking powder untuk memperbaiki kualitas kerupuk udang (studi kasus di PT. XYZ Sidoarjo Jawa Timur) (Skripsi). Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.
Farisma, S., Ajmi, A. A., Dewani, R. S., Ocktavia, F. D., Sadira, M. R., Firdaus, M. F., Anggara, J., & Aprilliandari, D. I. (2022). Pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal di Desa Batu Itam sebagai solusi ekonomi pasca pandemi. Jurnal Abdimas Berdaya: Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat, 5(2), 154–165.
Febriyana, G. (2024). Analisis usaha kerupuk ikan lele di Desa Sumberjo Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Jember).
Feti, F., Asnani, & Nur, A. (2019). Karakteristik kimia dan organoleptik produk stik dengan subtitusi daging ikan gabus (Channa striata). Jurnal Fish Protech, 2(2), 148–156.
Guttifera, G., Sari, S. R., Lestari, S., Puteri, R. E., & Wibowo, P. (2023). Pembinaan produk olahan kerupuk kemplang ikan lele dengan microwave pada Pohlaksar Rule Athalla Banyuasin. Jurnal Abdi Insani, 10(1), 135–141.
Guttifera, G., Rahmawati, L., Sari, S., Pratama, F., & Widowati, T. (2022). Traditional puffed fish cracker (kemplang Palembang) by microwave-oven method: Physical properties and microstructure evaluation. Czech Journal of Food Sciences, 40(3), 202–209.
Handayani, (2014). Stik lele alternatif diversifikasi olahan lele (Clarias sp) tanpa limbah berkalsium tinggi. Serat Acitya Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang, 4(1), 109.
Kintanlia, E. (2019). Karakteristik fisik, kimia, dan sensoris microwavable kerupuk keriting ikan dengan variasi proporsi daging ikan dan diameter ulir kerupuk (Skripsi). Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya.
Muljani, N., Arini, A., Suhartatik, A., Lindawati, T., & Nagel, P. J. F. (2020). Pentingnya merek dan kemasan untuk meningkatkan daya saing produk dari usaha mikro dan kecil. PeKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 53–64.
Munawaroh, S. F., & Jacoeb, A. M. (2020). Diversifikasi pengolahan ikan lele dengan konsep zero waste (nugget dan kerupuk). Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM), 2(3), 417–421.
Ramadayanti, R., Rizky, A., Fronthea, S., & Slamet, S. (2019). Profil asam amino dendeng giling ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan penambahan konsentrasi asap cair yang berbeda. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 14(2), 136–140.
Riestamala, E., Fajar, I., & Setyobudi, S. I. (2021). Formulasi ikan lele dan bayam hijau terhadap nilai gizi, mutu organoleptik, daya terima risoles roti tawar sebagai snack balita. Journal of Nutrition College, 10(3), 233–242.
Rohimah, I., Etti, S., & Ernawati, N. (2014). Analisis energi dan protein serta daya terima biskuit tepung labu kuning dan ikan lele. Jurnal USU, Ac.id/index.php/gkre/article/viewfile/5160/2781.
Sari, S., Supriadi, A., Kalsum, L., Arafah, E., & Kanya, M. (2022). Metode alternatif pengeringan produk perikanan di Desa Kuala Sungai Pasir. Logista-Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 71–75.
Sari, S. R., Arafah, E., Guttifera, G., Puteri, R., & Sa’adah, R. (2022). Penyuluhan kelompok petani dalam budidaya dan pengolahan ikan lele dengan cara pemberian bumbu alami di Kabupaten Banyuasin. Jurnal Nusantara Mengabdi, 2(1), 29–36.
Sari, S. R. (2023). Penerapan inovasi pembuatan ikan lele asap introduksi gambir pada Poklahsar Rule (Rumah Lele) Athallah. Jurnal Abdi Insani, 10(1), 170–174.
Siregar, H., Malawat, M. S., Normansyah, N., Prasudara, H., Fhitri, N., Wahyuni, D., & Pratiwi, W. A. (2024). Pendampingan kepada masyarakat tentang olahan ikan lele untuk meningkatkan perekonomian di Desa Bunut Seberang Kabupaten Asahan. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 1140–1145.
Swastawati, F., & Wijayanti, I. (2016). Pengaruh fortifikasi tepung daging ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) terhadap kandungan asam amino lisin pada biskuit. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 5(4), 20–25.
Yuliati, Y., & Hadiyati, R. (2018). Pelatihan pengemasan produk. Monsu'ani Tano Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 11–14.
Zulistyanto, D., Riyadi, P. H., & Amalia, U. (2016). Pengaruh lama pengukusan adonan terhadap kualitas fisik dan kimia kerupuk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 5(4), 26–32.