MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS KOLABORASI MULTIDISIPLIN UNTUK MENDUKUNG EKONOMI BIRU DAN KETAHANAN MARITIM DI KOTA PROBOLINGGO

Authors

  • Ima Nurmalia Permatasari Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Supriyatno Widagdo Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Nurul Rosana Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Erik Sugianto Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Titiek Indhira Agustin Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Urip Prayogi Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Intan Baroroh Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • A. Basuki Widodo Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Sutrisno Sutrisno Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Joko Subur Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Suryadhi Suryadhi Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Arief Sofijanto Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Ali Azar Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • I Made Jiwa Astika Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
  • Amirul Mu’minin Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

DOI:

https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i9.4179

Keywords:

Blue Economy, Maritime Resilience, Maritime Weather Literacy, Coastal Communities, Small-Scale Fishers

Abstract

Masyarakat nelayan skala kecil menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan penangkapan ikan, antara lain aspek keselamatan pelayaran, keterbatasan pemanfaatan informasi meteorologi maritim, adopsi teknologi, serta peningkatan produktivitas usaha perikanan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir melalui pendekatan multidisiplin berbasis ekonomi biru yang berorientasi pada peningkatan keselamatan pelayaran, literasi cuaca maritim, dan pemanfaatan teknologi pendukung aktivitas nelayan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi yang melibatkan 20 peserta yang terdiri atas 10 nakhoda dan 10 nelayan kecil. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, demonstratif, dan multidisiplin melalui ceramah interaktif, demonstrasi teknologi, diseminasi teknologi, serta diskusi partisipatif yang didukung oleh enam Program Studi di lingkungan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin mampu mengintegrasikan materi mengenai pemeliharaan kapal dan mesin, keselamatan pelayaran, pemanfaatan informasi meteorologi dan oseanografi, teknologi penangkapan ikan, teknologi digital, serta pelayanan kepelabuhanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan. Evaluasi pelaksanaan memperlihatkan tingginya perhatian peserta terhadap materi mengenai keselamatan pelayaran, fenomena Angin Gending, serta pemanfaatan layanan Ocean Forecast System (OFS) BMKG sebagai sumber informasi cuaca maritim sebelum melaut. Luaran kegiatan berupa Papan Informasi Cuaca Nelayan (PICN) yang ditempatkan di TPI Mayangan memperluas akses masyarakat terhadap informasi cuaca harian dan menjadi media diseminasi meteorologi maritim yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis kolaborasi multidisiplin, diseminasi teknologi, dan kemitraan lintas lembaga efektif dalam mendukung peningkatan kapasitas nelayan serta memperkuat implementasi ekonomi biru dan ketahanan maritim yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2024). Informasi Cuaca Maritim Indonesia. Jakarta (ID): BMKG.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2025). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Jakarta (ID): Kementerian PPN/Bappenas.

Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo. (2025). Kota Probolinggo Dalam Angka 2025. Probolinggo (ID): BPS Kota Probolinggo.

Bennett, N. J., Cisneros-Montemayor, A. M., Blythe, J., Silver, J. J., Singh, G. G., Andrews, N., Calò, A., Christie, P., Di Franco, A., Finkbeiner, E. M., Guidetti, P., Harper, S., Hotte, N., Kittinger, J. N., Le Billon, P., Lister, J., López de la Lama, R., McKinley, E., Scholtens, J., Solås, A. M., Sowman, M., Talloni-Álvarez, N., Teh, L. C. L., Voyer, M., & Sumaila, U. R. (2019). Towards A Sustainable and Equitable Blue Economy. Nature Sustainability, 2(11), 991–993.

Bennett, N. J., Katz, L., Yadao-Evans, W., Ahmadia, G. N., Atkinson, S., Ban, N. C., Dawson, N. M., de Vos, A., Fitzpatrick, J., Gill, D., Imirizaldu, M., Miloslavich, P., Phelan, A., Reytar, K., Spalding, M., & Sumaila, U. R. (2021). Advancing Social Equity in and Through Marine Conservation. Nature Sustainability, 4, 573–580.

Berkes, F. (2018). Sacred Ecology. Ed.4. New York (US): Routledge.

Biggs, J., & Tang, C. (2022). Teaching for Quality Learning at University. Ed.5. Maidenhead (UK): Open University Press.

Cisneros-Montemayor, A. M., Moreno-Báez, M., Reygondeau, G., Cheung, W. W. L., Crosman, K. M., González-Espinosa, P. C., Lam, V. W. Y., Oyinlola, M. A., Singh, G. G., Swartz, W., Zheng, C., & Ota, Y. (2021). Enabling Conditions for An Equitable and Sustainable Blue Economy. Nature, 591(7850), 396–401.

Farmery, A. K., Allison, E. H., Andrew, N. L., Troell, M., Voyer, M., Campbell, B., Eriksson, H., Fabinyi, M., Song, A. M., Steenbergen, D., & Cohen, P. J. (2021). Blind Spots in Visions of A Blue Economy Could Undermine the Ocean's Contribution to Ending Hunger and Inequality. One Earth, 4(1), 28–38.

Gelcich, S. (2022). Ocean Governance for Sustainability in the Anthropocene. Nature Reviews Earth & Environment.

Jentoft, S. (2020). Life Above Water: Fisheries Governance and Sustainable Development. Marine Policy, 117, 103935.

Jentoft, S., & Chuenpagdee, R. (2022). Blue Justice: Small-scale Fisheries in the Blue Economy. Marine Policy.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2024). Kebijakan Ekonomi Biru untuk Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan. Jakarta (ID): KKP.

Lubchenco, J., Haugan, P. M., & Pangestu, M. (2020). Five Priorities for a Sustainable Ocean Economy. Nature, 588, 30–32.

McKinley, E., Acott, T., Arnaud-Haond, S. (2021). Ocean Literacy in a Changing World. Nature Reviews Earth & Environment, 2, 307–318.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations. Ed.5. New York (US): Free Press.

Published

2026-09-21

How to Cite

Permatasari, I. N., Widagdo, S., Rosana, N., Sugianto, E., Agustin, T. I., Prayogi, U., … Mu’minin, A. (2026). MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS KOLABORASI MULTIDISIPLIN UNTUK MENDUKUNG EKONOMI BIRU DAN KETAHANAN MARITIM DI KOTA PROBOLINGGO. Jurnal Abdi Insani, 13(9), 895–909. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i9.4179

Issue

Section

section editor

Most read articles by the same author(s)