PELATIHAN DETEKSI DINI DAN PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KELURAHAN BULAK BANTENG, SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i7.4019Keywords:
Child Sexual Violence, Early Detection, Positive Parenting, Community EmpowermentAbstract
Kelurahan Bulak Banteng di Kecamatan Kenjeran, Surabaya merupakan wilayah padat penduduk dengan tingkat pendidikan dan kondisi sosial ekonomi yang relatif rendah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan sosial, termasuk terjadinya kekerasan seksual pada anak dan remaja. Selain itu, pernikahan dini dan keterbatasan edukasi membuat masyarakat kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi serta menangani kasus kekerasan seksual pada anak. Keterlibatan komunitas serta peran orang tua melalui pengasuhan positif menjadi faktor penting dalam pencegahan dan deteksi dini kekerasan seksual. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendeteksi dini kekerasan seksual pada anak serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pola asuh positif sebagai upaya pencegahan. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dalam bentuk pelatihan kepada kader PKK Kelurahan Bulak Banteng dengan desain evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Balai Kelurahan Bulak Banteng pada 23 Januari 2026 dan diikuti oleh 44 peserta. Materi pelatihan mencakup deteksi dini kekerasan seksual pada anak, mitos dan fakta kekerasan seksual, cara merespons korban secara aman, serta konsep pengasuhan positif. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < .001). Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai tanda-tanda kekerasan seksual, cara memberikan respons yang empatik kepada korban, serta pentingnya pola asuh positif dalam melindungi anak. Pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran peserta untuk berperan aktif dalam pencegahan kekerasan seksual di lingkungan komunitas. Dengan demikian, pelatihan deteksi dini kekerasan seksual dan pengasuhan positif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.
Downloads
References
Azhar, J. K., Hidayat, E. N., & Raharjo, S. T. (2023). Kekerasan seksual: Perempuan Disabilitas Rentan Menjadi Korban. Share : Social Work Journal, 13(1), 82. https://doi.org/10.24198/share.v13i1.46543
Baumrind, D. (2013). Authoritative Parenting Revisited: History and Current Status.
Badan Pusat Statistika Kota Surabaya. (2022). Kecamatan Kenjeran dalam Angka 2022.https://surabayakota.bps.go.id/id/publication/2022/09/26/46b29aae0f16cfb7dbc070c3/kecamatankenjeran-dalam-angka-2022.html
Del Campo, A., Fávero, M., & Sousa-Gomes, V. (2023). The Role of Parents in Preventing Child Sexual Abuse: Evaluation of Previous Knowledge and the Results of A Training Program. Sexuality Research and Social Policy, 20(1), 208-215.
Dewi, T. (2015). Hubungan Antara Marital Expectation dengan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan yang Menikah di Usia Remaja Akhir di Kelurahan Bulak Banteng, kecamatan Kenjeran, Surabaya [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel]. Repository UINSA. https://core.ac.uk/download/pdf/199187495.pdf
Dewi, N. S., Arisanti, N., Rusmil, V. K., Sekarwana, N., & Dhamayanti, M. (2017). Deteksi Dini Pengalaman Kekerasan pada Anak di Tingkat Keluarga di Kecamatan Jatinangor. Jurnal Sistem Kesehatan, 2(3)
Elliott, S. A., Goodman, K. L., Bardwell, E. S., & Mullin, T. M. (2022). Reactions to the Disclosure of Intrafamilial Childhood Sexual Abuse: Findings from the National Sexual Assault Online Hotline. Child Abuse & Neglect, 127, 105567.
Finnie, R. K. C., Okasako-Schmucker, D. L., Buchanan, L., Carty, D., Wethington, H., Mercer, S. L., Basile, K. C., DeGue, S., Niolon, P. H., Bishop, J., Titus, T., Noursi, S., Dickerson, S. A., Whitaker, D., Swider, S., & Remington, P. (2022). Intimate Partner and Sexual Violence Prevention Among Youth: A Community Guide Systematic Review. American Journal of Preventive Medicine, 62(1), e45–e55. https://doi.org/10.1016/j.amepre.2021.06.021
Hall, K., Stafford, J., & Cho, B. (2023). Women Receive More Positive Reactions to Childhood Sexual Abuse Disclosure and Negative Reactions are Associated with Mental Health Symptoms in Adulthood for Men and Women. Journal of Interpersonal Violence, 38(15-16), 8803-8823
Hamidah, L., Maqi, A., Tsanawiyah, M., Muayyad, A., & Tirtomoyo, I. (2025). Contextual Learning and Teaching to Improve Students Understanding of Aqidah and Akhlak. Ats-Tsaqofi: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam. https://doi.org/10.61181/ats-tsaqofi.v6i2.499.
Kang, J., Zhu, X., Kan, Y., & Zhuang, S. (2023). Application of the Knowledge, Attitude, and Practice Model Combined with Motivational Interviewing for Health Education in Female Patients with Systemic Lupus Erythematosus. Medicine, 102(12), https://doi.org/10.1097/MD.0000000000033338
Levine, E. (2018). Engaging the community: Building Effective Partnerships in Sexual Violence Prevention. Journal of Applied Social Science. https://doi.org/10.1177/1936724418785416
Mindarsih, E., Masruroh, M., Setyaningsih, D., & Solihin, M. (2024). Pelatihan Kader sebagai Agen Promosi Kesehatan Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 5(4), 756–762. https://doi.org/10.33394/jpu.v5i4.12973
Olinda, Y., Herlia, I.C., Faridah, I. (2021). Hubungan Antara Parenting Style, Tingkat Pengetahuan Orang Tua tentang Pendidikan Seksual (Underwear Rules) dengan Pencegahan Child Sexual Abuse di Perum Wisma Mas 2 RT 12 Pasar Kemis. Jurnal Kesehatan, 10(1). 38-49. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v10i2.366
Purwaningtyas, F. D., Mardiyanti, R., & Dewi, S. (2024). Pemberdayaan Masyarakat dengan Kaderisasi Guru PAUD untuk Preventif Kekerasan Seksual Anak (KSA) di Dunia Sekolah. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 7. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v7i0.2362
Putri, A. (2023, Juni). Perspektif hukum dan mekanisme perencanaan tata ruang permukiman kumuh di kota Surabaya [Paper presentation]. In Seminar Nasional Hukum dan Pancasila, 2(30). Seminar Nasional Hukum dan Pancasila, Indonesia, 1-15. Universitas 17 Agustus Surabaya.
Rahmadani, S., & Malik, L. R. (2024). Penerapan Program Sekolah Ramah Anak untuk Mendukung Pengasuhan Positif pada Anak Usia dini. EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran, 9(3), 157–168. https://doi.org/10.21462/educasia.v9i3.268
Rudolph, J., Zimmer-Gembeck, M., Shanley, D., & Hawkins, R. (2017). Child Sexual Abuse Prevention Opportunities: Parenting, Programs, and the Reduction of Risk. Child Maltreatment, 23(1), https://doi.org/10.1177/1077559517729479
Solberg, E. T., Halvorsen, J. E., & Stige, S. H. (2021). What do Survivors of child Sexual Abuse Believe Will Facilitate Early Disclosure of Sexual Abuse?. Frontiers in Psychiatry, 12, 639341.
Supartini, Y., Tambunan, E. S., Suheri, T., & Ningsih, R. (2022). Pengembangan Model Deteksi Dini Kekerasan pada Remaja sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan dalam Mendeteksi Adanya Kekerasan pada Remaja: Development of A Model of Early Detection of Violence in Adolescent as An Effort to Increase Ability in Detecting the Existence of Violence in Adolescent. Quality : Jurnal Kesehatan, 16(2), 82–95. https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/adm/article/view/792
Uyun, Z. (2015). Kekerasan Seksual pada Anak: Stres Pasca Trauma. Seminar Nasional Psikologi UMS. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

















