OPTIMASI PROSES PEMBERSIHAN BERAS: STRATEGI TERAPAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HASIL PERTANIAN

Authors

  • Fitri Imansyah Jurusan Teknik Industri dan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Rudy Gianto Jurusan Teknik Industri dan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i2.1477

Keywords:

Optimasi Proses, Pembersih Beras, Kualitas Beras

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih masyarakat untuk mengolah hasil panen tanaman padi mereka dengan menggunakan teknologi tepat guna, berupa mesin pengupas gabah. Sasaran utama dari kegiatan PKM ini adalah masyarakat Kelompok Tani Jaya Mandiri yang ada di Kelurahan Batu Layang RT.04/RW.15, Kecamatan Pontianak Utara, yang masih memiliki keterbatasan akan sarana untuk kegiatan pertanian mereka. Metode yang diterapkan pada kegiatan PKM ini adalah difusi ipteks, sosialisasi, dan partisipasi aktif masyarakat. Sehingga dengan adanya kegiatan PKM ini masyarakat sudah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah produk padi pasca panen mereka, serta diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan produktifitas mereka akibat keterbatasan akan sarana pertanian. Pembersihan beras selain bertujuan untuk menghilangkan butir hampa, kotoran dan benda asing lainnya juga mempertinggi nilai jual persatuan bobot, mempertinggi efisiensi pengeringan dan pengolahan hasil pascapanen serta memperpanjang daya simpan. Prinsip kerja dari alat pembersih beras otomatis yaitu pada saat beras berada pada tampungan utama, kemudian turun melalui celah kecil agar ketika turun di bersihkan dengan kipas sehingga kotoran yang menempel pada beras terhempas dan beras yang sudah bersih masuk ke bagian penampungan. Konstruksi mesin pembersih beras ini terbagi atas hoper sebagai tempat masukan beras, sistem poros engkol, sedangkan untuk sistem penggeraknya terdiri dari motor listrik, puli, sabuk, pasak, bantalan. Dengan perangkat ini, proses pembersihan beras dapat dilakukan dengan sederhana dan mudah, serta waktu proses, yaitu waktu pembersihan menjadi lebih singkat. Dengan waktu proses yang lebih singkat, maka laju produksi per satuan waktu menjadi lebih besar.Top of Form

Peningkatan kualitas hasil pertanian merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Salah satu aspek kunci dalam memastikan kualitas produk pertanian adalah proses pemrosesan pasca-panen, khususnya proses pembersihan beras. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pemurnian beras melalui penerapan strategi terapan yang efektif. Studi ini dilakukan melalui serangkaian percobaan laboratorium dan uji lapangan yang menyeluruh. Metode pemurnian yang melibatkan kombinasi teknologi tradisional dan inovatif dievaluasi untuk menemukan strategi yang paling efisien dalam meningkatkan kualitas beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi teknologi tertentu mampu meningkatkan efisiensi pembersihan beras, serta mengurangi kerugian hasil dan menigkatkan nilai jual produk. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan praktik pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil yang berkualitas. Temuan ini memiliki implikasi langsung bagi petani dalam meningkatkan daya saing produk mereka di pasar lokal maupun global, serta dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencapai tujuan ketahanan pangan nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aji, J. M. M. & Widodo, A. (2010). Perilaku Konsumen pada Pembelian Beras Bermerk di Kabupaten Jember dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 4(3), 2-24.

Anggorowati, D. A., Sinaga, E. J., & Artiyani, A. (2016), Perancangan dan Pembuatan Mesin Perontok Padi Untuk Peningkatan Produksi Kelompok Tani Desa Ngadirejo Kromengan Kabupaten Malang, Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri (Seniati), 15-19.

Annur, N. D., Nugrohoningtyas, B. S. H., Rodríguez D, D., del Carmen, M., & Setyaningsih, W. (2020). Consumers’ Willingness to Pay for Functional Rice: A Survey from Indonesia. Food Research, 4(4), 1344-1350.

Dharmawan, A., Suryaningrat, I. B., Soekarno, S., & Firdaus, F. F. (2020). Evaluasi Tekno-Ekonomi pada Produksi Asap Cair dari Tempurung Kelapa (Studi Kasus di CV Prima Rosandries, Jember). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 20(2), 126-134.

Djamalu, Y. (2016). Rancang Bangun Mesin Pembersih Padi Menggunakan Kasa Bertingkat dengan Daya 0.25 HP. Jtech, 4(2), 64-79.

El-Awady, M. N., Yehia, I., Ebaid, M. T., & Arif, E. M. (2009). Development of Rice Cleaner for Reduced Impurities and Losses. Agricultural Mechanization in Asia, Africa and Latin America, 40(3), 15-20.

Imansyah, F., Arsyad, I., Marpaung, J., Hiendro, A., & Sujana, I. (2021). Pengembangan Teknologi Perikanan Dalam Usaha Peningkatan Kapasitas Ikan Tangkapan Menggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Buletin Al-Ribaath, 8(18), 100-110.

Iswari, K. (2012. Kesiapan Teknologi Panen dan Pascapanen Padi dalam Menekan Kehilangan Hasil dan Meningkatkan Mutu Beras. Jurnal Litbang Pertanian, 3(12), 58-67.

Kiaya, V. (2014). Post-Harvest Losses and Strategies to Reduce Them, Technical Paper on. Postharvest Losses, Action Contre la Faim (ACF), 1-25.

Kumar, D. & Kalita, P. (2017). Reducing Postharvest Losses during Storage of Grain Crops to Strengthen Food Security in Developing Countries. Foods (Basel, Switzerland), 6 (1), 8.

Nugraha, S., Thahir, R., & Sudaryono. (2007). Keragaan Kehilangan Hasil Panen Padi pada 3 (Tiga) Agroekosistem. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian, 3, 42-49.

Badan Standarisasi Nasional Indonesia, Pragelatinisasi dan Perubahan Mutunya selama Penyimpanan. IPB University. BSNI. 1987. SNI 01-0224-1987: Standar Mutu Gabah.

Putra, I. B. W., Setiyo, Y., & Aviantara, I. G. N. A. (2020). Kajian Kualitas Beras Sosoh Dari Berbagai Macam Ukuran Daya Mesin Penggiling, Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(1), 130-137.

Rofarsyam. (2008). Mesin Pemisah dan Pembersih Biji-Bijian/Butiran Sebagai Bahan Baku Pakan Burung Olahan. Ilmiah Semesta Teknika, 11(1), 53-62.

Setyo, A. (2010). Perbaikan Teknologi Pascapanen dalam Upaya Menekan Kehilangan Hasil Padi. Pengembangan Inovasi Pertanian, 3(3), 212-216.

Smith, D. W., Sims, B. G., & O'Neill, D. H. (1994). Testing and Evaluation of Agricultural Machinery and Equipment: Principles and practices. Année de publication Bulletin des services agricoles de la FAO Rome, Italy: FAO.

Soerjandoko, R. N. E. (2010). Teknik Pengujuan Beras Skala Laboratorium. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Buletin Teknik Pertanian, 5(2), 4-47.

Sudirman, Y. & Waluyo, S. (2014). Uji Kinerja Prototipe Alat Pembersih Gabah [Testing of Mechanical Separation Equipment Grain Prototype], Teknik Pertanian Lampung, 3(1), 1-8.

Suhendra & Setiawan, B. (2015). Analisis Sudut Lempar Gabah pada Mesin Pembersihan Gabah dengan Media Aliran Udara. Jurnal Rona Teknik Pertanian, 8(1), 29-40.

Supriyanto, Widodo, P., & Sahid, M. (2007). Rancang Bangun Alat Pembersih Serat Pendek (Kabu-Kabu) Biji Kapas Tipe Kering pada Prosessing Benih Kapas (Delinter). Agritech, 27(4), 176-181.

Swastika, D. K. S. (2011), Membangun Kemandirian dan Kedaulatan Pangan untuk Mengentaskan Petani dari Kemiskinan, Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian, 4 (2), 103-117.

Ulfa, R., Hariyadi, P., & Muhandri, T. (2014). Rendemen Giling dan Mutu Beras pada Beberapa Unit Penggilingan Padi Kecil Keliling di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Mutu Pangan, 1(1), 26-32.

Published

2024-04-25

How to Cite

Imansyah, F., & Gianto, R. (2024). OPTIMASI PROSES PEMBERSIHAN BERAS: STRATEGI TERAPAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HASIL PERTANIAN. Jurnal Abdi Insani, 11(2), 1093–1103. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i2.1477

Issue

Section

section editor