PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK NELAYAN MELALUI PEMANFAATAN RUMPON UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN DI KABUPATEN SERANG, BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i9.4182Keywords:
Community Empowerment, Fish Aggregating Devices, Fishermen's Groups, Islamic Boarding School Economic IndependenceAbstract
Kelompok nelayan binaan Pondok Pesantren Fajrul Karim di Kabupaten Serang masih menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan efektivitas operasi penangkapan ikan akibat belum optimalnya pemanfaatan teknologi dan sarana pendukung penangkapan, serta belum tersedianya tata kelola pemanfaatan aset secara kolektif. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penyediaan bahan baku bagi pengembangan unit usaha berbasis perikanan di lingkungan pesantren. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas kelompok nelayan melalui pemanfaatan rumpon sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi asesmen kebutuhan, diskusi terarah, pengadaan 20 unit rumpon yang terdiri atas 10 unit rumpon dasar dan 10 unit rumpon permukaan, pelatihan pemanfaatan rumpon berwawasan lingkungan, pemasangan rumpon, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pendampingan kelembagaan, serta monitoring dan evaluasi. Program menghasilkan luaran fisik berupa tersedianya 20 unit rumpon sebagai aset produktif kelompok nelayan, serta luaran nonfisik berupa meningkatnya pemahaman peserta mengenai pemanfaatan dan perawatan rumpon, teknik navigasi menuju lokasi rumpon, penerapan SOP keselamatan melaut, dan penguatan tata kelola kelompok melalui penyusunan SOP pemanfaatan rumpon, perawatan rumpon, navigasi, dan keselamatan melaut. Pendekatan yang mengintegrasikan penyediaan sarana, peningkatan kapasitas, dan penguatan kelembagaan menunjukkan bahwa pemanfaatan rumpon tidak hanya berfungsi sebagai media agregasi ikan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat yang mendukung keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi pada komunitas nelayan di wilayah pesisir lain dengan karakteristik yang serupa.
Downloads
References
Afrisal, M., Ismail, M., & Yani, A. (2024). A Review of The Effectiveness of Fish Aggregating Devices (FADs) in Indonesian Waters. Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, 11(1 SE-Review article), 22–45. https://doi.org/10.20956/jipsp.v11i1.34312
Ariski, Y., & Ratnasari, W. P. (2022). Peran Kelembagaan Lokal dalam Aktivitas Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 10. https://doi.org/10.37064/jpm.v10i1.9921
Berkes, F., & Nayak, P. K. (2018). Role of Communities in Fisheries Management: “One Would First Need to Imagine It.” Maritime Studies, 17(3), 241–251. https://doi.org/10.1007/s40152-018-0120-x
Eriyanti, F., Alhadi, Z., Permana, I., Yuliarti, Y., Akmal, A. D., & Yusran, R. (2025). Transforming Coastal Livelihoods: A Multi-Dimensional Approach to Fishermen’s Empowerment in Pesisir Selatan, Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara), 13(1), 149–166. https://jurnal.asian.or.id/index.php/JIANA/article/view/329
Hernawan, D., Purnomo, A. M., Purnamasari, I., & Apriliani, A. (2024). Peningkatan Kapasitas Kelembagaan untuk Pemberdayaan Nelayan. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1 SE-Artikel), 1 – 15. https://doi.org/10.30651/aks.v8i1.11473
Jumena, M. N., & Anom, S. (2021). Orientasi Tata Kelola Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil di Provinsi Banten (Studi di Kabupaten Serang dalam Masa Pandemi Covid 19). Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 7(1 SE-Articles), 360–386. https://doi.org/10.23887/jkh.v7i1.31740
Jumiati, R. A., Megawati, M.,R., Aeni, S., & Ismail, J. I. (2025). Rebuilding Coastal Institutions for Sustainable Fisheries Value Chains: Challenges and Pathways from Bajoe, Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 20(1), 69–79. https://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/view/16395/9773
Manurung, V. R., Susetya, I. E., Sebayang, N. U. W., Harahap, Z. A., Husaini, H., Desnamrina, K. C., & Dewinta, A. F. (2023). The Use of Rumpon: Fish Aggregate Device (FAD) Made of Artificial Boat for Fishing Activities in Pasar Sorkam Village, Central Tapanuli Regency, North Sumatera Province. ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 364–370. https://doi.org/10.32734/abdimastalenta.v8i1.9509
Pons, M., Kaplan, D., Moreno, G., Escalle, L., Abascal, F., Hall, M., Restrepo, V., & Hilborn, R. (2023). Benefits, Concerns, and Solutions of Fishing for Tunas with Drifting Fish Aggregation Devices. Fish and Fisheries, 24(6), 979–1002. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/faf.12780
Rahmawati, A., Kalih, L. A. T. T. W., Hamid, Sumahiradewi, L. G., Agustina, S., & Ilham. (2025). Kajian Pengembangan Model Pemberdayaan Nelayan Penguatan Kelembagaan di Kabupaten Lombok Utara. Journal of Community Empowerment, 4(3), 1360–1369. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jce.v4i3.36875
Purwiyanto, D., Purwanto, A., Pujo, E., Lazaro, C., & Hidayat, C. (2025). Model Pemberdayaan Nelayan Pesisir Melalui Manajemen Rantai Pasok Berbasis Pendidikan Vokasi Maritim. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 2266–2271. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1957
Sari, F. N., & Nelwani, A. (2025). Efektivitas Pemanfaatan Alat Bantu Rumpon Dalam Penangkapan Review The Effectiveness of The Use of Fad (Fishing Aggregating Device) Fishing Madihidang (Thunnus albaraces) In The Luwu District Lokasi dan Waktu Penelitian. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 29(4), 204–214. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15578/jppi.29.4.2023.204-214
UU No.18 Tahun 2019. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. 006344. https://doi.org/10.31219/osf.io/pmwny
Wanimbo, E., Paiki, K., & Rejauw, K. (2024). Pelatihan Teknik Pembuatan Rumpon Untuk Meningkatkan Usaha Nelayan di Kelurahan Hamadi Kota Jayapura. HIRONO : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4, 91–99. https://doi.org/10.55984/hirono.v4i2.208
Yusfiandayani, R. (2013). Fish Aggregating Devices in Indonesia: Past and Present Status on Sustainable Capture Fisheries. Galaxea, Journal of Coral Reef Studies, 15, 260–268. https://doi.org/10.3755/galaxea.15.260

















