AERATOR ENERGI SURYA UNTUK KOLAM BUDIDAYA LELE DI KELOMPOK KUMIS LELE

Authors

  • Diana Lestariningsih Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya https://orcid.org/0000-0003-1752-3070
  • Albert Gunadhi Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Dian Retno Sari Dewi Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Yuliati Yuliati Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Lanny Agustine Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Rasional Sitepu Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Hartono Pranjoto Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Andrew Joewono Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Peter Rhatodirdjo Angka Program Studi Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i9.4077

Keywords:

Solar PanelS, Aerator, Catfish Farming, Electricity Urden

Abstract

Dalam melakukan budidaya lele membutuhkan aerator yang salah satunya digunakan untuk sirkulasi dan meningkatkan kadar oksigen. Kelompok Kumis Lele mempunyai 3 kolam pembibitan, 5 kolam pendederan dan 2 kolam pembesaran. Pada kolam pembibitan aerator harus diaktifkan selama 24 jam dalam jangka waktu 1 minggu. Untuk minggu ke-2 aerator diaktifkan selama 1 jam kemudian dimatikan selama 1 jam dan dinyalakan kembali secara berurutan. Kendala yang dihadapi oleh kelompok Kumis lele adalah beban biaya listrik PLN yang besar dan tidak sesuai dengan keuntungan yang didapat dari penjualan ikan lele. Dari permasalahan tersebut tim pengabdian masyarakat menawarkan solusi dengan tujuan untuk menghasilkan listrik mandiri dari panel surya. Metode pengabdian yang digunakan adalah sosialisasi panel surya, pelatihan instalasi dan evaluasi pemahaman tentang panel surya. Instalasi sistem panel surya menggunakan 1 buah panel surya 100Wp, BCR 10A, accu 18Ah, inverter 500W dan beban aerator 50W. Sosialisasi dilakukan untuk pengenalan dan penjelasan tentang sistem panel surya. Pelatihan instalasi ditujukan untuk implementasi sistem panel surya dengan beban aerator. Evaluasi dilakukan dengan cara pengisian kuesioner oleh peserta sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah sistem panel surya yang dapat mengaktifkan 1 aerator pada kolam pembibitan sehingga dapat mengurangi beban pembayaran biaya listrik kelompok kumis lele sebesar 50%. Kelompok kumis lele dan peserta pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman tentang sistem panel surya sebesar 60% yang ditunjukkan dari hasil perhitungan kuesioner yang dibagikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aytac, A., Tuna, G., & Cihat, K. M. (2024). An Effective Aeration System for High Performance Pond Aeration at Low Energy Cost. Aquaculture International, 32(5), 6869–6886. https://doi.org/10.1007/s10499-024-01492-6

Boyd, C. E., & Mcnevin, A. A. (2021). Aerator Energy Use in Shrimp Farming and Means for Improvement. World Aquaculture Society, 52(10), 6–29. https://doi.org/10.1111/jwas.12753

Erwansyah, A., Fitriana, N., & Yoserizal, Y. (2019). Analisis Kapasistas Battery Penyimpanan Energi Untuk Panel Surya. Ilmu Teknik, 15(2), 29–37.

Hossain, K., Chowdhury, P., Nowshin, I., & Islam, R. (2026). Energy Conversion and Management : X Grid-connected Inverter for Photovoltaic Energy Harvesting : Advances in Topologies and Control Techniques. Energy Conversion and Management: X, 29(101422), 1–29. https://doi.org/10.1016/j.ecmx.2025.101422

Jaya, S. A., & Samsurizal. (2021). Studi Masa Pakai Baterai Pada Panel Surya. Senter, 1–13.

Meriani, M. (2017). Kajian Potensi dan Efisiensi Energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Wilayah Pekanbaru. Jurnal Surya Teknika, 5(01), 19–25. https://doi.org/10.37859/jst.v5i01.352

Nyamathulla, S., & Chittathuru, D. (2023). A Review of Multilevel Inverter Topologies for Grid-Connected Sustainable Solar Photovoltaic Systems. Sustainability, 13376(15), 1–44.

Sharma, B., Manna, S., Saxena, V., Raghuvanshi, P. K., Alsharif, M. H., & Kim, M.-K. (2025). A Comprehensive Review of Multi- Level Inverters, Modulation, and Control For Grid-Interfaced Solar PV Systems. Scientific Reports, 661(15).

Suryana, Deny, & Ali, M. M. (2016). Pengaruh Temperatur/Suhu Terhadap Tegangan yang Dihasilkan Panel Surya Jenis Monokristalin (Studi Kasus: Baristand Industri Surabaya). Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri, 1(2), 5–8. https://doi.org/10.36048/jtpii.v1i2.1791

Suwarti, Wahyono, & Prasetiyo, B. (2019). Analisis Pengaruh Intensitas Matahari, Suhu Permukaan & Sudut Pengarah Terhadap Kinerja Panel Surya. Eksergi, 14(3), 78. https://doi.org/10.32497/eksergi.v14i3.1373

Suyanto, M. (2017). Pengaruh Penggunanaan Solar Charger controler Terhadap Stabilitas Solar Cell Sebagai Pensuplay Pompa Air Pada Kebun Salak di Musim Kemarau. AKPRIND Jogjakarta, 1(1), 12–17. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.36499/psnst.v1i1.1820

Tan, W., & Mohamad-saleh, J. (2023). Critical Review on Interrelationship of Electro-Devices in PV Solar Systems with Their Evolution and Future Prospects for MPPT Applications. Energies, 850(16), 1–37.

Tira, H. S., Natsir, A., & Iqbal, M. R. (2018). Pengaruh Sudut Surya Terhadap Daya Keluaran Sel Surya 10 WP Tipe Polycristalline. Jurnal Teknik Mesin, 7(2), 69. https://doi.org/10.22441/jtm.v7i2.2676

Usman, M. (2020). Analisis Intensitas Cahaya Terhadap Energi Listrik Yang Dihasilkan Panel Surya. Power Elektronik: Jurnal Orang Elektro, 9(2), 52–57. https://doi.org/https://doi.org/10.30591/polektro.v9i2.2047

Zhou, L., Qiu, T., & Sun, J. (2023). Application of a U-Tube Oxygenator in a Litopenaeus vannamei Recirculating Aquaculture System : Efficiency and Management Models. Water, 15(4019), 1–15.

Published

2026-09-21

How to Cite

Lestariningsih, D., Gunadhi, A., Dewi, D. R. S., Yuliati, Y., Agustine, L., Sitepu, R., … Angka, P. R. (2026). AERATOR ENERGI SURYA UNTUK KOLAM BUDIDAYA LELE DI KELOMPOK KUMIS LELE. Jurnal Abdi Insani, 13(9), 941–950. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i9.4077

Issue

Section

section editor