REVITALISASI MUSEUM DESA SAKRA SEBAGAI PUSAT LITERASI BUDAYA DAN EDUKASI MASYARAKAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i7.3996Keywords:
Cultural Literacy, Local Heritage, Museum Revitalization, Village Education, Youth EngagementAbstract
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan program revitalisasi Museum Desa Sakra sebagai upaya penguatan literasi budaya dan edukasi masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif berbasis partisipatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi respon peserta. Program meliputi penataan koleksi, pengadaan sarana, penyusunan booklet, kunjungan edukatif, dan lomba berbasis budaya. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas tata ruang museum, tersedianya media literasi, meningkatnya kunjungan pelajar, serta tumbuhnya minat generasi muda terhadap sejarah lokal. Revitalisasi ini mengubah museum dari ruang pasif menjadi ruang belajar interaktif. Program ini menegaskan bahwa museum desa berpotensi sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya berbasis masyarakat.
Downloads
References
Armiyati, L., & Firdaus, D. W. (2020). Belajar sejarah di museum: Optimalisasi Layanan Edukasi Berbasis Pendekatan Partisipatori. Jurnal Artefak, 7(2), 81–90. https://doi.org/10.25157/ja.v7i2.3472
Atmadi, T. (2018). Revitalisasi Desain Interior Museum Kebangkitan Nasional Jakarta. Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior, 6(1). https://doi.org/10.24821/lintas.v6i1.3044
Batubara, A. F., & Maulida, M. (2024). Peran Museum dalam Pelestarian Sejarah dan Budaya Masyarakat. JAPRI: Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 6(2), 41–50. https://ejournal.unib.ac.id/japri/article/view/34400
Brata, I. B., Rai, I. B., Rulianto, R., & Wartha, I. B. N. (2020). Pelestarian Warisan Budaya dalam Pembangunan Pariwisata Bali yang Berkelanjutan. Dalam Prosiding Webinar Nasional Peranan Perempuan/Ibu dalam Pemberdayaan Remaja di Masa Pandemi COVID-19 (hlm. 49–60). Universitas Mahasaraswati Denpasar. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/prosidingwebinarwanita/article/view/1241
Damayanti, H. R., & Al Hazmi, F. (2022). Pengelolaan Koleksi Museum Wayang Kekayon sebagai Ruang Pelestarian Seni Budaya. Jurnal Imajinasi, 6(1), 19–25. https://ojs.unm.ac.id/imajinasi/article/view/32734
Juwita, I. A. E. R. (2015). Strategi Pemasaran Museum Wayang Kekayon Yogyakarta dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung. Jurnal Tata Kelola Seni, 1(1), 60–74. https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/view/2828
Krisdayanthi, A., Pranatha Darma, I. G. K. I., & Meliana, N. M. D. (2023). Pengelolaan Museum Rudana sebagai Daya Tarik Wisata Berbasis Kearifan lokal di Desa Peliatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(2), 345–357. https://doi.org/10.37329/ganaya.v6i2.2436
Sadzali, A. M., Fitrah, Y., Wahid, M., Bintana, R. R., Adzzikri, H., & Sya’bani, W. A. (2022). Pendampingan Masyarakat Desa Muara Jambi Membentuk Museum Desa Berbasis Digital untuk Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata Budaya. CARADDE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 229–235. https://doi.org/10.31960/caradde.v5i2.1894
Sihole, B., Ambarita, R., Panjaitan, F., Napitu, U., & Saragih, H. (2023). Manfaat Museum Sebagai Media dan Sumber Belajar Pada Mata Pelajaran IPS bagi Peserta Didik SMP. Jurnal Pendidikan Mandala, 8(1), 267–272. https://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JUPE/article/viewFile/4906/3535
Sucilawati, A., & Sujana, L. R. (2024). Pengelolaan Koleksi Berdasarkan Standarisasi Museum yang Baik dan Benar. Pabukon: Journal of Library and Information Science, 1(1), 79–96. https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/pabukon/article/view/837
Wilaela, W., & Widiarto, W. (2022). Edukasi Masyarakat Tentang Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Cagar Budaya. Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam, 16(2), 99–111. https://doi.org/10.24014/menara.v16i2.19682

















