PENGUATAN SELF-LEADERSHIP DAN LITERASI KESEHATAN PSIKOSEKSUAL PADA REMAJA SANTRI MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i7.3928Keywords:
Self-leadership, Psychosexual Health, Adolescent Students, Reproductive Health Education, Community Service ProgramAbstract
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan sehingga memerlukan dukungan pendidikan yang tepat untuk membantu remaja memahami perkembangan dirinya. Kurangnya pemahaman mengenai self-leadership dan kesehatan psikoseksual dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan dalam pengelolaan emosi, pengambilan keputusan, serta memahami perubahan yang terjadi pada masa pubertas. Dalam konteks pendidikan berbasis asrama seperti pesantren, kebutuhan akan edukasi yang terintegrasi antara penguatan karakter dan kesehatan reproduksi menjadi semakin penting. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan self-leadership serta pemahaman kesehatan psikoseksual pada remaja sebanyak 35 santri di Pesantren Inggris Assalam Bogor. Metode kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Tahap pelaksanaan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, pelatihan self-leadership, edukasi kesehatan psikoseksual, serta diskusi interaktif bersama peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran pre-test dan post-test untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait self-leadership dan kesehatan psikoseksual setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan rata-rata skor peserta dari 72,96 sebelum pelatihan menjadi 81,85 setelah pelatihan dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,008). Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan serta peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mengelola emosi secara positif. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan yang baik dari pihak pesantren sebagai mitra kegiatan. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan self-leadership yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan psikoseksual efektif dalam meningkatkan literasi psikososial remaja santri.
Downloads
References
Chan, D. W., Chan, L. H., & Ho, W. H. (2012). Enhancing Self‐esteem and Resilience in Adolescents Through Leadership Training. Journal of Adolescent Health, 51(1), 55–61.
https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2011.11.004
Goldfarb, E. S., & Lieberman, L. D. (2021). Three Decades of Research: The Case for Comprehensive Sex Education. Journal of Adolescent Health, 68(1), 13–27.
https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.07.036
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2022.
Lee, G. Y., & Lee, D. Y. (2019). Effects of a Life Skills-based Sexuality Education Programme on Adolescents’ Life Skills and Sexual Health Knowledge. Sex Education, 19(6).
https://doi.org/10.1080/14681811.2018.1552584
MacNeil, C. A. (2006). Bridging Generations: Applying “Adult” Leadership Theories to Youth Leadership Development. New Directions for Youth Development, 109, 27–43.
https://doi.org/10.1002/yd.154
Moulier, V., Guinet, H., Kovacevic, Z., & Bel-Abbass, Z. (2019). Effects of A Life-skills-based Prevention Program on Self-esteem and Risk Behaviors in Adolescents. BMC Psychology, 7, 82.
https://doi.org/10.1186/s40359-019-0358-0
Nasheeda, A., Abdullah, H. B., Krauss, S. E., & Ahmed, N. B. (2019). A Narrative Systematic Review of Life Skills Education: Effectiveness, Research Gaps and Priorities. International Journal of Adolescence and Youth, 24(3), 362–379.
https://doi.org/10.1080/02673843.2018.1479278
Neck, C. P., & Houghton, J. D. (2006). Two Decades of Self-leadership Theory and Research: Past Developments, Present Trends, and Future Possibilities. Journal of Managerial Psychology, 21(4), 270–295.
https://doi.org/10.1108/02683940610663097
Nursalam, N., & Dewi, Y. S. (2021). Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Remaja: Pendekatan Integratif Kesehatan dan Psikologi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 89–97.
Rahmawati, E., Suharto, S., & Prasetyo, A. (2022). Model Integratif Pelatihan Psikososial Berbasis Pesantren. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3), 45–52.
Steinberg, L. (2014). Age of Opportunity: Lessons from the New Science of Adolescence. Houghton Mifflin Harcourt.
Taylor, R. D., Oberle, E., Durlak, J. A., & Weissberg, R. P. (2017). Promoting Positive Youth Development Through School-based Social and Emotional Learning Interventions: A Meta-analysis. Child Development, 88(4), 1156–1171.
https://doi.org/10.1111/cdev.12864
World Health Organization. (2021). Adolescent Mental Health.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Yankah, E., & Aggleton, P. (2008). Effects and Effectiveness of Life Skills Education for HIV Prevention in Young People. AIDS Education and Prevention, 20(6), 465–485.

















