PELATIHAN MEMBANGUN RELASI POSITIF UNTUK MENGELOLA STRESS KERJA PADA GURU SD DI KABUPATEN SIDOARJO
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i2.3561Keywords:
Work Stress, Positive Relationships, Stress Management, Elementary School TeachersAbstract
Guru merupakan ujung tombak untuk keberhasilan pendidikan. Guru diharuskan memiliki kompetensi pedagogi, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Jika guru tidak memenuhi kompetensi tersebut, maka guru berkewajiban untuk melakukan upaya pengembangan diri. Dengan kata lain, guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengajar, memfasilitasi proses belajar siswa, memiliki pribadi yang mengayomi, dan menjalin relasi yang baik dengan rekan kerja sesama guru, tenaga administrasi, jajaran manajemen sekolah, serta orang tua atau wali siswa. Berbagai kewajiban ini merupakan sumber stres bagi guru. Jenjang pendidikan yang memberikan tekanan paling tinggi adalah pada pendidikan dasar. Para guru sekolah dasar diberikan tugas untuk melanjutkan pembentukan diri siswa dari pendidikan usia dini sekaligus mendapatkan tuntutan untuk membuat fondasi bagi anak untuk siap belajar menggunakan operasi kognitif yang lebih kompleks (high order thinking). Usaha yang paling mungkin dilakukan oleh guru adalah dengan melakukan perubahan diri dan relasi di lingkungan kerja. Berdasarkan persoalan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah Pelatihan Membangun Relasi Positif untuk Mengelola Stress Kerja pada Guru SD di Kabupaten Sidoarjo. Dengan mengikuti pelatihan ini, para guru diharapkan akan dapat membangun pribadi yang kuat dalam mengelola tekanan, serta mampu membangun relasi positif dengan rekan kerja, yang dapat berdampak pada pembentukan lingkungan kerja yang suportif. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan ABC Model dan latihan pernapasan relaksasi. Partisipan dalam pelatihan ini terdiri dari 12 guru. Hasil uji paired-sample T-Test menunjukkan nilai t = -5,64 dengan signifikansi p < 0,001, yang berarti program pelatihan efektif untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan stres.
Downloads
References
Akbar, Z., & Pratasiwi, R. (2017). Resiliensi Diri dan Stres Kerja Pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 6(2), 107-112. https://doi.org/10.21009/JPPP
Beamish, W., Bryer, F. K., & Leanne, W. (2001). Positive Behavioural Support: An Example of Practice in The Early Years. Special Education Perspectives, 9(1), 14–29. https://doi.org/http://hdl.handle.net/10072/3867
Gould, D., Kelly, D., White, I., & Chidgey, J. (2004). Training Needs Analysis. A Literature Review and Reappraisal. International Journal of Nursing Studies, 41(5), 471–486. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2003.12.003
Jalil, A., & Iman, N. (2017). Effects of Rational Emotive Behavioural Therapy Module on Irrational Beliefs and Job Stress Among University Support Staff.
Ixfina, F. D., & Rohma, S. N. (2025). Dasar-Dasar Pendidikan sebagai Pembentuk Moral dan Intelektual Peserta Didik di Sekolah Dasar. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2). https://doi.org/https://doi.org/10.56799/jceki.v4i2.7065
Kolamban, D., Sumilat, J. M., & Trifena Tarusu, D. (2023). Penggunaan Calistung untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Peserta Didik Kelas 2. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(19), 941–949. https://doi.org/10.5281/zenodo.10047854
Masithoh, D., & Aisya, N. R. (2025). Mepokondau: Jurnal Penagabdian Masyarakat Terpadu Edukasi Program Calistung (Membaca, Menulis, & Berhitung) untuk Melatih Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar. https://doi.org/10.XXXXX/Mepokondau
Maulansyah, R., Febrianty, D., & Asbari, M. (2023). Peran Guru dalam Peningkatan Mutu Pendidikan: Penting dan Genting!. Journal of Information Systems And Management, 02(05). https://doi.org/https://doi.org/10.4444/jisma.v2i5.483
Minsih & Galih, A. (2018). Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas. Profesi Pendidikan Dasar, 1(1), 20. https://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.6144
Nur, M., Zahri Harun, C. Z., & Ibrahim, S. (2022). Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan pada Tingkat SD. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 23–30. https://doi.org/https://doi.org/10.18592/moe.v8i1.6255
Nyumba, T. O., Wilson, K., Derrick, C. J., & Mukherjee, N. (2018). The Use of Focus Group Discussion Methodology: Insights From Two Decades of Application in Conservation. Methods in Ecology and Evolution, 9(1), 20–32. https://doi.org/10.1111/2041-210X.12860
Putri, H. P. D. (2023). Peran Pendidikan Dasar dalam Pembentukan Dasar Kemampuan Anak di SD Negeri 6 Wonogiri. Jurnal Bahusacca, 4(Pendidikan Dasar), 11–16. https://doi.org/https://doi.org/10.53565/bahusacca.v4i1.929
Pratiwi, C. P., & Murtafiah, W. (2025). The Relationship Between Reading Literacy and Numeracy in Solving Story Problems: Elementary School Students. Jurnal Eduscience (JES), 12(5), 1248–1258. https://doi.org/https://doi.org/10.36987/jes.v12i5.7569
Tanjua, A. L., Dewi, D. E. C., Puspasari, N., Nugraha, H., & Meylindo, D. (2024). Kinerja Guru dan Permasalahannya. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 3(4), 161–171. https://doi.org/10.58192/sidu.v3i4.2729
Yasin, M., Rosaliana, & Habibah, S. R. N. (2023). Peran Guru di Sekolah dan Masyarakat. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 382–389. https://doi.org/10.54259/diajar.v2i3.1810
Zulyusri, Sari, R. N., Nadya, Armadi, E. A. F., & Savitri, H. N. (2025). Implementasi Program Kerja Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak-anak di Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Intelek Insan Cendekia, 2(8), 15657–15667. https://jicnusantara.com/index.php/jiic

















