PEMBERDAYAAN NELAYAN SUKU BAJO MELALUI TEKNOLOGI UFL+ (Underwater Fish Lamp Plus) DALAM RANGKA HILIRISASI PRODUK INOVASI PERGURUAN TINGGI
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i2.3524Keywords:
UFL+, Bajo Tribe, Fishermen Empowerment, Downstream Innovation, Capture FisheriesAbstract
Kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya nelayan Suku Bajo, menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi hilirisasi produk inovasi perguruan tinggi. Penelitian dan kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan Suku Bajo di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, melalui penerapan teknologi Underwater Fish Lamp Plus (UFL+). Teknologi ini merupakan hasil riset dan pengembangan berbasis integrasi sistem pencahayaan bawah air dengan sensor data oseanografi secara real-time. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dan kolaboratif (Participatory Community Empowerment Approach) yang menempatkan nelayan sebagai subjek utama (co-creator) dalam setiap tahapan kegiatan melalui pelatihan. Hasil post-test menunjukkan nelayan mampu menjelaskan fungsi komponen sistem, memahami hubungan antara cahaya dan perilaku ikan, serta melakukan perawatan alat secara mandiri. Hal ini menandakan keberhasilan transfer teknologi yang bersifat aplikatif dan kontekstual dengan budaya maritim Suku Bajo. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan nelayan terhadap teknologi perikanan modern, peningkatan efisiensi operasional penangkapan ikan, serta penguatan jejaring kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat nelayan.
Downloads
References
Fajriah, K. T., Isamu, & Titin, R. (2019). Bajo Tribe Household Business Model In Torokeku Village Tinanggea District Konawe Selatan District. Jurnal Mega Aktiva, 1(8), 62-70. https://megaaktiva.umkendari.ac.id/index.php/Jurnal/article/view/80.
Fajriah, Nurdin, I. I., Sari, S. F., Isamu, K. T., & Maheng, M. D. (2021). Waste Management Model in the Residential Environment of the Bajo Tribe, Torokeku Village, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. OP Conference Series: Earth and Environmental Science.
Fajriah, K.T., Isamu, M. S., & Abidin, H. N. (2025). Innovation of the Underwater Fish Lamp (UFL+) in Oceanographic Monitoring Through Sensor Calibration and Evaluation of Marine Environmental Dynamics. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 29(2), 2559-2574. https://ejabf.journals.ekb.eg/article_424441.html.
Fajriah, Nurdin, I. N., Isamu, K. T., Suwarjoyowirayatno, & Sari, S. F. (2023). Study of the Technical and Financial Aspects of Traditional Fads for the Bajo Tribe, Torokeku Village. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 1221 012001 1221.
Fajriah, Isamu, k. T., & Mustafa, A. (2022). Penerapan Teknologi UFL Plus (Underwater Fish Lamp Plus) Dalam Meningkatkan Daya Saing Usaha Perikanan Bagan Perahu di Desa Muara Tinobu, Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Abdi Insani, 9(2), 1388-1396. https://abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/763.
Fajriah, Isamu, K. T., Nur, M., Zulkifli, & Abidin, M. S. (2025). Feasibility Analysis of Boat Lift Net Fisheries Assisted by UFL+ Technology Using the SIDIA Digital Agribusiness System. Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries, 29(5), 743–757. https://journals.ekb.eg/article_424449.html.
Fajriah & Isamu, K. T. (2025). Enhancing Aquatic Primary Productivity Using the Underwater Fish Lamp Plus (UFL+): A Novel Approach to Marine Resource Optimization. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 29(2), 2667-2676. https://journals.ekb.eg/article_424449.html.
FAO. (2020). The State of World Fisheries and Aquaculture 2020. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
KKP. (2023). Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap 2023. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Satria, A. (2015). Ekologi Politik Nelayan. Yogyakarta: LKiS.
Sulkhani, E. (2019). Pemanfaatan Lampu LED Bawah Air Sebagai Alat Bantu Penangkapan Ikan pada Bagan Apung. Jurnal Teknologi Penangkapan Ikan.

















