PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KAKAO MELALUI MANAJEMEN TEKNOLOGI SARUNGISASI TERINTEGRASI PADA KELOMPOK TANI SEKKANG MATA II KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG

Authors

  • Syahruni Thamrin Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Nildayanti Nildayanti Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Basri Baba Program Studi Teknologi Produksi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Junaedi Junaedi Program Studi Teknologi Produksi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Haris Haris Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Yulius Yulius Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Nuraminah Nuraminah Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

DOI:

https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i4.3407

Keywords:

Cocoa, Mulching, Management, Productivity, Farmer Income

Abstract

Kabupaten Soppeng merupakan salah satu sentra produksi kakao di Sulawesi Selatan yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat pedesaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir produktivitas kakao di Kelurahan Tettikenrarae mengalami penurunan akibat lemahnya manajemen budidaya, dominasi tanaman tua, rendahnya penerapan teknologi, serta tingginya serangan hama dan penyakit seperti Helopeltis spp. dan Conopomorpha cramerella. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi kakao sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan petani. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi budidaya yang efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil kakao. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas manajerial petani dalam penerapan teknologi sarungisasi kakao secara terintegrasi guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–November 2025 di Kelompok Tani Sekkang Mata II, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, dengan melibatkan 25 petani. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, edukatif, dan demonstratif melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi lapangan, serta pendampingan penerapan teknologi sarungisasi buah kakao. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi sarungisasi serta pengelolaan budidaya kakao secara lebih terencana. Penerapan sarungisasi terbukti mampu menurunkan tingkat serangan hama menjadi sekitar 3–7%, dibandingkan 25–40% pada buah tanpa sarungisasi. Selain itu, kualitas biji kakao meningkat dengan kadar air 6–7% serta kondisi fisik buah yang lebih seragam. Produktivitas kakao meningkat dari sekitar 1,1–1,4 kg menjadi 1,8–2,2 kg biji kering per pohon per musim. Peningkatan produksi tersebut berdampak pada kenaikan pendapatan petani dari sekitar Rp148.500–Rp189.000 menjadi Rp243.000–Rp297.000 per pohon per musim serta menurunkan penggunaan pestisida hingga sekitar 60%. Teknologi sarungisasi terintegrasi efektif meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta pendapatan petani kakao dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada tingkat kelompok tani.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[BPS] Badan Pusat Statistik (2022). Kabupaten Soppeng Dalam Angka 2022. BPS Kabupaten Soppeng, Soppeng.

[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2022). Provinsi Sulawesi Selatan dalam angka 2022. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.

Andini, M. N. (2024). Tingkat Serangan Hama PBK dan Helopeltis pada Buah Kakao di Kebun Kendenglembu PTPN XII, Banyuwangi, Jawa Timur [Laporan Proyek Akhir]. Bogor: Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor.

Aprianthina, I. D. A. Y. (2021). Pengendalian Penggerek Buah Kakao (PBK) Dan Penghisap Buah Kakao (Helopeltis sp.) dengan Teknik Sarungisasi. Pengendalian Penggerek Buah Kakao (PBK) dan Penghisap Buah Kakao (Helopeltis sp.) dengan Teknik Sarungisasi - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali (22 Desember 2025).

Aprianthina, L. (2025). Penerapan Teknologi Sarungisasi untuk Peningkatan Produksi Kakao di Indonesia. Jurnal Agroinovasi, 10(2), 45–53. https://doi.org/10.7890/agroinovasi.v10i2.2025.

Asrul, M. (2019). Manajemen Budidaya Kakao dalam Upaya Peningkatan Produksi. Jurnal Pertanian Tropika, 7(1), 33–40. https://doi.org/10.1234/jpt.v7i1.2019.

Atco, M. A. (2026). Hilirisasi Jadi Kunci, Nilai Ekspor Kakao Tembus US$2,65 Miliar. https://www.berita2bahasa.com/mb2b/berita/08/1948142-hilirisasi-jadi-kunci-nilai-ekspor-kakao-tembus-us-2-65-miliar. (14 Februari 2026).

Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan. (2026). Teknologi Pengendalian Hama Utama Pada Tanaman Kakao. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2022). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional: Kakao. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kementerian Pertanian. (2022). Analisis Kinerja Perdagangan Kakao Semester II Tahun 2022. Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Lilis, Rahmiana, Isnaeni, Virna, Hikma, N., & Thamrin, S. (2022). Sarungisasi Buah Kakao Klon MCC01 dan MCC 02 di Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan. Jurnal Agroplantae, 11(2), 79-86. : https://doi.org/10.51978/agro.v11i2.460

Ramdhan, A., Nurhidayat, A., & Nuraeni, L. (2023). Pemberdayaan Petani melalui Pendekatan Partisipatif dan Transfer Teknologi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan, 5(1), 25–33. https://doi.org/10.4321/jpmb.v5i1.2023.

Rumengan, J. (2026). Indonesia: Climate Change Adds To Cocoa Farmers’ Woes. Heinrich Böll Foundation. h.boell.org/en/2026/02/18/indonesia-climate-change-adds-cocoa-farmers-woes. (17 Desember 2026).

Salma, 2026. Indonesia’s Cocoa Productivity Declines, UGM Expert Highlights Gaps in Replanting, Seed Quality, and Pest Control. gm.ac.id/en/news/indonesias-cocoa-productivity-declines-ugm-expert-highlights-gaps-in-replanting-seed-quality-and-pest-control/ (6-1-2026).

Sumaryono, E., Sugiarto, P., & Lestari, F. (2021). Pendampingan Petani sebagai Strategi Adopsi Inovasi Pertanian di Tingkat Lokal. Jurnal PPM IPTEKS, 4(2), 78–87. https://doi.org/10.5432/ ppmipteks.v4i2.202

Published

2026-04-27

How to Cite

Thamrin, S., Nildayanti, N., Baba, B., Junaedi, J., Haris, H., Yulius, Y., & Nuraminah, N. (2026). PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KAKAO MELALUI MANAJEMEN TEKNOLOGI SARUNGISASI TERINTEGRASI PADA KELOMPOK TANI SEKKANG MATA II KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG. Jurnal Abdi Insani, 13(4), 170–178. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i4.3407

Issue

Section

section editor

Most read articles by the same author(s)