PEMETAAN POTENSI PERIKANAN DAN WISATA PANTAI BERBASIS SIG DI DESA BUNATI, KABUPATEN TANAH BUMBU
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i1.3391Keywords:
Pemetaan Potensi, Perikanan, Wisata Bahari, SIG, BunatiAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi perikanan serta wisata pantai di Desa Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Wilayah pesisir Desa Bunati memiliki sumber daya perikanan dan potensi wisata yang belum terpetakan secara spasial, sehingga diperlukan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu, yaitu pada 26 Juli hingga 7 Agustus 2025, menggunakan metode survei lapangan, observasi, wawancara partisipatif, serta pemetaan SIG dengan ArcGIS 10.8. Pengumpulan data dilakukan melalui keterlibatan aktif masyarakat dan nelayan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Desa Bunati memiliki potensi perikanan yang signifikan, meliputi lokasi pendaratan ikan, area tangkap, serta komoditas utama berupa udang dan ikan laut, serta potensi wisata pantai dan ekosistem mangrove. Peta tematik yang dihasilkan memberikan informasi spasial sebagai dasar perencanaan pengembangan sektor perikanan dan wisata berbasis potensi lokal.
Downloads
References
Abdullah, S. N. F., Kamarudin, M. K. A., Mat Som, A. P., Sanopaka, E., & Fadhil, F. (2025). GIS-based spatial modelling to enhance tourism resilience and conservation for sustainable leadership in coastal communities. Planning Malaysia, 23(35), 1–15. https://doi.org/10.21837/pm.v23i35
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Ekonomi biru untuk pembangunan berkelanjutan Indonesia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Bengen, D. G. (2013). Ekosistem dan sumber daya wilayah pesisir dan laut serta prinsip pengelolaannya. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor.
Burrough, P. A., & McDonnell, R. A. (2005). Principles of geographical information systems. Oxford University Press.
Chang, K. (2019). Introduction to geographic information systems (9th ed.). McGraw-Hill Education.
Dahuri, R. (2013). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Pradnya Paramita.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu. (2025). Laporan destinasi wisata Kabupaten Tanah Bumbu. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu. (2025). Laporan produksi perikanan Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2024. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Food and Agriculture Organization. (2020). The state of world fisheries and aquaculture 2020: Sustainability in action. FAO. https://doi.org/10.4060/ca9229en
Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2015). Geographic information science and systems (4th ed.). John Wiley & Sons.
Malczewski, J. (2004). GIS-based land-use suitability analysis: A critical overview. Progress in Planning, 62(1), 3–65. https://doi.org/10.1016/j.progress.2003.09.002
Mulyana, D. (2002). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. PT Remaja Rosdakarya.
Nikijuluw, V. P. H. (2002). Rezim pengelolaan sumberdaya perikanan. Pustaka Cidesindo.
Sunaryo. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata: Konsep dan aplikasinya di Indonesia. Gava Media.
Supriharyono. (2020). Konservasi ekosistem sumberdaya hayati di wilayah pesisir dan laut tropis. Gadjah Mada University Press.

















