BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AKUAPONIK

  • Endang Bidayani 2Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung
  • Dwi Rosalina 1Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung
Keywords: ikan nila, budidaya, teknologi akuaponik

Abstract

Kelompok Nelayan Camar Laut dan Sinar Laut di Desa Batu Belubang pada umumnya merupakan  nelayan  tangkap.  Kebutuhan  ikan  tawar  saat  ini  sangat  meningkat,  sebagai akibat pasokan ikan laut berkurang karena biaya melaut yang tinggi, cuaca yang tidak menentu. Akuaponik merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran. Kegiatan budidaya di perkotaan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan lahan. Terbatasnya lahan produksi pangan (pertanian- perikanan) telah mendorong budidaya pertanian-perikanan dilahan sempit/wadah yang terbatas. Agar terjadi sinergitas yang saling mendukung, usaha budidaya perikanan dilahan terbatas akan lebih baik apabila digabungkan dengan pertanian. Hal ini dapat meningkatkan efiesiensi pada tahap produksi, sehingga bisa dikatakan budidaya low input. Tujuan kegiatan ini dapat menghasilkan ikan dan sayuran, sehingga dapat menambah perekonomian kelompok nelayan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan bottom up. Kegiatan ini menghasilkan ikan Lele dan ikan Nila dengan survival rate 60-75 % serta sayuran sawi dan daun  bawang  menghasilkan  produk  yang  baik.  Berdasarkan  hasil  panen,  maka  usaha budidaya ini cukup menguntungkan, dan dapat dikategorikan berhasil.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-07-19
How to Cite
Bidayani, E., & Rosalina, D. (2018). BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AKUAPONIK. Abdi Insani, 4(1), 74-78. Retrieved from http://abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/94