GERAKAN REMAJA SEHAT TANPA ANEMIA DENGAN DAUN KELOR: PEMBERDAYAAN SANTRI PONDOK PESANTREN KHUSUS PUTRI SYA'AIRULLAH BEKASI

Authors

  • Yuli Utami Universitas Binawan
  • Andri Waskito Universitas Binawan
  • Intan Parulian Tiurma Roosleyn Universitas Binawan
  • Royani Chairiyah Universitas Binawan

DOI:

https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i8.4148

Keywords:

Adolescent Anemia, Moringa Leaves, Santri Empowerment, Functional Food, Nutrition Education

Abstract

Remaja putri di lingkungan pondok pesantren merupakan kelompok yang rawan mengalami anemia defisiensi besi akibat pertumbuhan pesat, menstruasi, serta pola konsumsi pangan yang masih didominasi karbohidrat dengan variasi sayur dan buah yang terbatas. Santri Pondok Pesantren Khusus Putri (PKPPS) Sya'airullah Bekasi jenjang Wustha dan Ulya menunjukkan gejala seperti mudah lelah, pusing, dan menurunnya konsentrasi belajar yang belum dikenali sebagai tanda anemia, sementara potensi pangan lokal berupa daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya zat besi belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam pencegahan anemia melalui pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional. Metode kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi pengolahan kelor, pendampingan dan evaluasi, serta perancangan keberlanjutan program bersama pengurus pesantren. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan skrining hemoglobin dan pemetaan pengetahuan awal santri, dilanjutkan dengan edukasi gizi dan anemia, serta pelatihan pembuatan tiga produk olahan kelor yaitu biskuit, puding, dan nugget kelor. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan santri tentang anemia dan gizi seimbang diatas 30%, terbentuknya kelompok kader Duta Santri Sehat sebagai penggerak edukasi sebaya, tersedianya modul edukasi cetak dan digital, serta terciptanya tiga produk pangan fungsional berbasis kelor yang menjadi embrio unit usaha sederhana pesantren. Perubahan perilaku konsumsi pangan bergizi dan kecenderungan perbaikan kadar hemoglobin santri juga teramati selama masa pendampingan. Kesimpulannya, integrasi edukasi gizi dengan pemanfaatan pangan lokal daun kelor efektif meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong kemandirian santri dalam pencegahan anemia secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ansokowati, A. P. (2023). Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Bahan Tambahan Pangan Alami pada Nugget Ayam. Hasil Karya ‘Aisyiyah Untuk Indonesia, 2(2), 86–91.

Astuti, Y., & Idealistiana, L. (2024). Efektivitas Teh Daun Kelor terhadap Peningkatan HB pada Remaja Putri dengan Anemia. Manuju: Malahayati Nursing Journal NURSING JOURNAL, 6(7), 2644–2655.

Djami, M. E. U., Nurhidayah, S., Dewi, A., Petralina, B., Lubis, D. R., Larasati, E. W., Estiyanti, E., Lubis, E., Handayani, H., Gustina, I., Anggraeni, L., Handayani, L., Maryuni, M., Anandita, M. Y. R., Chairiyah, R., Sabila, W. A., Utami, Y., & Subu, M. A. (2025). Benefits of Green Noodles with Long Bean Leaves (Vigna Sinensis L.) on Bowel Movements Frequency in Infants Aged 0–6 Months. Research Square, 1-11. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-6408424/v1

FAO & WHO. (2020). Sustainable Healthy Diets: Guiding Principles. Rome: FAO.

Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Santhosh, D. (2016). Moringa Oleifera : A Review on Nutritive Importance and its Medicinal Application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49–56. https://doi.org/10.1016/j.fshw.2016.04.001

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., Schiraldi, A., Aristil, J., & Bertoli, S. (2015). Cultivation, Genetic, Ethnopharmacology, Phytochemistry and Pharmacology of Moringa oleifera Leaves : An Overview. International Journal of Molecular Sciences, 16, 12791–12835. https://doi.org/10.3390/ijms160612791

Narulita, S., & Chairiyah, R. (2025). A Comparative Study of Processed Moringa Leaves and Fe Tablet Supplementation on Hemoglobin Levels Among Mildly Anemic Pregnant Women. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 8(9), 1112–1119.

Sari, I. P., & Fina, D. H. (2025). Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Pangan Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Hemoglobin pada Penderita Anemia : Literatur Riview. JUTHAP (Jurnal Teknologi Hasil Pertanian), 2(2), 8–14.

World Health Organization. (2008). Worldwide Prevalence of Anaemia 1993–2005. WHO.

World Health Organization. (2017). Adolescent Nutrition: a Review of the Situation in Selected Countries. WHO.

World Health Organization. (2021). Anaemia in Women and Children. WHO.

World Health Organization. (2024). Guideline on Haemoglobin Cutoffs to Define Anaemia in Individuals and Populations.

Yulastini, F., Makiyah, S. N. N., & Mawarti, R. (2023). Effect of Moringa (Moringa oleifera) Leaves on Increasing Hemoglobin Level of Female Adolescents in Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 11(3), 104–113.

Published

2026-08-31

How to Cite

Utami, Y., Waskito, A., Roosleyn, I. P. T., & Chairiyah, R. (2026). GERAKAN REMAJA SEHAT TANPA ANEMIA DENGAN DAUN KELOR: PEMBERDAYAAN SANTRI PONDOK PESANTREN KHUSUS PUTRI SYA’AIRULLAH BEKASI. Jurnal Abdi Insani, 13(8), 694–704. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i8.4148

Issue

Section

section editor

Most read articles by the same author(s)