TRANSFORMASI PRODUKSI BATIK ALAMI UMKM MELALUI MESIN EKSTRAKTOR PEWARNA ORGANIK SIMUPA
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i7.3850Keywords:
Community Service, Natural Dye Batik, Extractor Machine, SIMUPA, MSMEAbstract
Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai estetika sekaligus ekonomi, namun proses pewarnaan masih banyak bergantung pada pewarna sintetis yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Pewarna alami dari limbah organik menawarkan alternatif ramah lingkungan, tetapi metode tradisional ekstraksi yang digunakan UMKM Batik Kehati Desa Wonoasri masih kurang efisien dan menghasilkan warna yang tidak konsisten. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam memproduksi pewarna alami melalui penerapan mesin ekstraktor SIMUPA yang dirancang untuk mempercepat proses ekstraksi dan menurunkan biaya produksi. Metode kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin ekstraktor, pelatihan penggunaan dan perawatan, serta sosialisasi dan pendampingan produksi batik dengan pewarna alami, sedangkan evaluasi dilakukan melalui monitoring fungsi mesin dan pengukuran indikator keberhasilan produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin SIMUPA mampu menurunkan waktu ekstraksi dari tiga jam menjadi satu jam, meningkatkan kapasitas produksi dari 2 liter menjadi 6 liter per hari, serta menurunkan biaya produksi hingga 40%. Kualitas warna batik alami menjadi lebih konsisten setelah difiksasi, dan masyarakat memperoleh keterampilan baru dalam pengelolaan limbah organik. Selain itu, produk batik alami memiliki nilai tambah dan daya tarik pasar yang lebih tinggi, sehingga memperluas jangkauan pemasaran UMKM. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa SIMUPA terbukti efektif sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi batik alami sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Downloads
References
Afiatna, F. A. N. F., Muflihah, N., & Mayasari, A. (2024). Meningkatkan Nilai Produk Batik yang Ramah Lingkungan dengan Pewarnaan Menggunakan Sumber Daya Alam Tumbuhan. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 8(1), 184–191. https://doi.org/10.29407/ja.v8i1.21336
Amalia, R., & Akhtamimi, I. (2016). Studi Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Zat Fiksasi terhadap Kualitas Warna Kain Batik dengan Pewarna Alam Limbah Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum). Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah, 33(2), 85–92. https://doi.org/10.22322/dkb.v33i2.1474
ANTARA. (2019, August 19). Desa Wonoasri Jember Diresmikan sebagai Pusat Batik Warna Alam Taman Nasional Meru Betiri. Https://Www.Icctf.or.Id/Desa-Wonoasri-Jember-Diresmikan-Sebagai-Pusat-Batik-Warna-Alam-Taman-Nasional-Meru-Betiri/.
Chafidz, A., & Lestari, A. Y. D. (2021). Pengenalan Teknologi Ekstraksi Zat Warna Alam untuk Pewarna Alami Batik di UKM Batik Tulis “Kebon Indah”, Bayat, Klaten. Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 101–108. https://doi.org/10.31334/jks.v3i2.1271
Evita, Y. N., Trihartono, A., & Prabhawati, A. (2022). Pengakuan UNESCO Atas Batik Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Majalah Ilmiah Dian Ilmu, 21(2), 113. https://doi.org/10.37849/midi.v21i2.260
Heryana, A. (2024). Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah Penelitian. https://www.researchgate.net/publication/379228750_Mengidentifikasi_dan_Merumuskan_Masalah_Penelitian
Marimuthu, M., D’Souza, C., & Shukla, Y. (2022). Integrating Community Value Into the Adoption Framework: A Systematic Review of Conceptual Research on Participatory Smart City Applications. Technological Forecasting and Social Change, 181, 121779. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2022.121779
Ma’ruf, A., Pamungkas, R. B., Damajanti, N., Mulyadi, A. H., & Afifah, D. N. (2023). Pelatihan Ekstraksi Zat Warna Alami dan Pengolahan Limbah Zat Warna Tekstil Bagi Pengrajin Batik di Banyumas. Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains, 3(2), 1–5. https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/JPTS/article/download/17055/6039
Munz, E., Devance, D., & Hill, D. (2023, April 4). A Community-based Approach to Increasing Technology Adoption and Proficiency in Older Adults. https://policylab.rutgers.edu/publication/community-based-approach-to-increasing-technology-adoption-and-proficiency-in-older-adults/.
Novitasari, N., Agha, R. Z., Fatimah, H., & Nuraeni, Y. (2024). Perhitungan Harga Pokok Produksi pada UMKM Batik Cibuluh Kota Bogor Menggunakan Aplikasi Costmate. Jurnal Abdi Insani, 11(4), 1854–1864. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i4.1884
Paryanto, P., Nur, A., & Nurcahyanti, D. (2018). Alat Ekstraktor-Evaporator Zat Warna Alami dari Buah Mangrove, Mahoni dan Kulit Tingi untuk Pewarna Batik Ramah Lingkungan. Jurnal Inovasi Teknik Kimia, 3(1). https://doi.org/10.31942/inteka.v3i1.2120
Sharmistha, N. N. P., & Sinambela, F. C. (2023, December 14). Inovasi Batik Berbasis Teknologi dan Kinerja Adaptif: Membangun Keberlanjutan Industri Batik. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik. https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/238
Tampubolon, L. R. R. U., Sayidah, N., Marwiyah, S., & Muharrom, M. (2024). Membangun Perekonomian Mandiri Melalui Desa Tematik Berbasis Penguatan Teknologi Home Industry Batik di Desa Rek Kerrek Pemekasan. Jurnal Abdi Insani, 11(4), 1700–1715. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i4.1978
UNESA. (2025, January 16). Perkembangan Teknologi Cetak Motif pada Kain dari Masa ke Masa. Https://Mesin.Ft.Unesa.Ac.Id/Post/Perkembangan-Teknologi-Cetak-Motif-Pada-Kain-Dari-Masa-Ke-Masa.
Widiawati, D. (2018). The Utilization of Batik Pattern and Natural Dyes ss Valuation of The Local Value in Batik Society. Jurnal Sosioteknologi, 17(2).
Yuniati, Y., Handarini, K., & Rahmiati, R. (2024). Studi Pustaka: Ekstraksi Pewarna Alami dari Tanaman di Indonesia. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 12(1), 1099. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v12i1.11339

















