PENDAMPINGAN PEMBUATAN ANTISEPTIK HERBAL DARI DAUN SIRIH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA PULAU SEMAMBU OGAN ILIR
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i4.3724Keywords:
Herbal Antiseptic, Betel Leaf, Semambu IslandAbstract
Tingginya harga produk kesehatan komersial, khususnya antiseptik, menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Desa Pulau Semambu, Ogan Ilir, memiliki potensi lokal yang melimpah berupa daun sirih (Piper betle L.), yang secara ilmiah terbukti mengandung minyak atsiri, fenol yang memiliki efek farmakologi sebagai antibakteri. Pemanfaatan sumber daya alam ini sangat penting sebagai solusi kesehatan yang terjangkau dan berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Desa Pulau Semambu dalam mengolah daun sirih menjadi antiseptik herbal yang aman dan efektif, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya higienitas dan kemandirian kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis partisipatif. Pengabdian masyarakat ini meliputi empat tahapan yaitu persiapan, sosialisasi mengenai manfaat dan kandungan kimia daun sirih, pelatihan langsung (demonstrasi) teknik ekstraksi dan formulasi sederhana pembuatan antiseptik herbal, dan evaluasi pemahaman dan keberhasilan praktik masyarakat melalui pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada tingkat pemahaman dan keterampilan masyarakat sasaran, dalam mengolah daun sirih menjadi antiseptik herbal. Peningkatan ini ditunjukkan oleh hasil evaluasi menunjukkan kenaikan nilai rata-rata dari 73,2 (pre-test) menjadi 81,4 (post-test). Produk antiseptik herbal hasil pendampingan ini juga berhasil diformulasikan. Kegiatan ini berhasil menjawab tujuan pelaksanaannya dengan tercapainya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Desa Pulau Semambu dalam memproduksi antiseptik herbal dari daun sirih. Keberhasilan ini tidak hanya menyediakan alternatif produk kebersihan tangan yang ekonomis dan ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha kecil berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Downloads
References
Aini & Sriasih, M. (2020). Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid 19. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 3(2).
Agustina, W. D. (2019). Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Sirih (Pipe Betle L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus: Kupang. Skripsi/Tesis.
Alydrus, M. R., & Kholifah, N. (2022). Studi Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn) terhadap Staphylococcus Aureus ATCC 25923. Fitofarmaka, 5(2), 58–64.
Anwar, P. A., Nasution, A. N., Nasution, S. W., Nasution, S. L. R., Kurniawan, H. M., & Girsang, E. (2019). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L) Terhadap Pertumbuhan Jamur Pityrosporum Ovale Pada Ketombe. Jurnal Farmacia, 1(1), 32–37.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman and Company.
Dwivedi, V., & Tripathi, S. (2014). Review on: Piper betle L. – A great Indian medicinal healer. Indian Journal of Research in Pharmacy and Biotechnology, 2(3), 1107-1110.
Hermawan, A., (2007). Pengaruh Ekstrak Daun Sirih terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aerus dan Escherichia coli dengan Metode Difusi Disk, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya.
Knowles, M. S. (1980). The Modern Practice of Adult Education: from Pedagogy to Andragogy. Follett Publishing Company.
Mariyatin, H., Ekiyantini, W., & Sri, L., (2012). Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) dan Sirih Hijau (Piper Betle L.) sebagai Bahan Alternatif Irigasi Saluran Akar http://repository.unej. ac.id/handle/123456789/59385.
Mulyono, M. R., (2003). Khasiat dan Manfaat Daun Sirih Obat Mujarab dari masa ke Masa, Jakarta (ID) : AgroMedia Pustaka.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta (ID): Rineka Cipta.
Novita, C. F., Andriany, P., & Maghfirah, S. I. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa SD Usia 10-12 Tahun. Journal of Syiah Kuala Dentistry SocietyJournal, 1(1), 73–78. https://doi.org/10.1016/j.vacuum.2011.03.008
Nuniek, F., N., Nurachmah, E., & Gayatri, D. (2012). Efektifitas Tindakan Oral Hygiene Antara PovidoneIodine 1% dan Air Rebusan Daun Sirih di Pekalongan. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK), IV(1), 1–12.
Prastiwi, R., Fathurohman, A., & Ningsih, R. (2018). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Hand Sanitizer Gel Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.). Jurnal Farmasi Indonesia, 15(2), 173-182.
Rekha, V. P. B., Kollipara, M., Gupta, B. R. S. S. S., Bharath, Y., & Pulicherla, K. K., A. (2014). Review on Piper betle L.: Nature’s Promising Medicinal Reservoir. American Journal of Ethnomedicine, 1(5), 276– 89.
Sengupta, R., Shri, G. M., & Road, N. (2013). A Review on Betel Leaf (Pan). International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 4(12), 4519–24.
Syahrinastiti, T. A., Djamal, A., & Irawati, L. (2015). Perbedaan Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) dan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav) terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(2), 421–423.
World Health Organization (WHO). (2009). WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. World Health Organization.

















