PENDEKATAN KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU DALAM PENINGKATAN POLA ASUH DAN GIZI UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS KEMBARAN II KABUPATEN BANYUMAS
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i4.3715Keywords:
Behavior change communication, Parenting, Nutrition, Prevention, StuntingAbstract
Stunting pada baduta masih menjadi salah satu masalah gizi utama di Kabupaten Banyumas, yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak dan produktivitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor risiko penting adalah pola asuh dan pemenuhan gizi baduta yang belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader posyandu dalam pola asuh dan pemberian gizi baduta melalui pendekatan komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II, Kabupaten Banyumas. Metode kegiatan meliputi penyuluhan gizi, diskusi kelompok, demonstrasi pembuatan menu bergizi seimbang, serta pendampingan kader. Pengabdian ini melibatkan mitra Puskesmas dan 30 orang Kader Kesehatan di Kecamatan Kembaran. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi praktik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan kader posyandu tentang stunting sebesar 22,5 setelah edukasi. Hasil uji statistik t dependen menunjukkan ada perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan p value 0.000. Ketrampilan komunikasi perubahan perilaku kader juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 22,6. Hasil uji statistik mengunakan uji t dependen menunjukkan ada perbedaan keterampilan komunikasi perubahan perilaku sebelum dan sesudah workshop dengan p value 0.000. Adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader mengenai pemberian makan sesuai usia, praktik pola asuh responsif, dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi. Selain itu, kader kesehatan menjadi lebih aktif dalam mendampingi keluarga baduta. Kesimpulannya, pendekatan komunikasi perubahan perilaku efektif dalam meningkatkan pola asuh dan praktik gizi baduta sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat puskesmas dan masyarakat.
Downloads
References
Bertalina, B., Novika, J., & Wahyuni, E. S. (2025). Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu Dalam Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak Untuk Mencegah Stunting. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 544–549. https://doi.org/10.31004/cdj.v6i1.40932
BKKBN. (2022). Strategi Implementasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021-2024.
Budiastutik, I., & Nugraheni, S. A. (2019). Determinant of Stunting in Indonesia: A Review Article. In International Journal of Healthcare Research, 1(2), 43–49. https://doi.org/10.12928/ijhr.v1i2.753
Direktor Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kementerian Kesehatan RI. (2021). Petunjuk Teknis Penyusunan dan Pelaksanaan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Percepatan Pencegahan Stunting. Kementerian Kesehatan RI. https://promkes.kemkes.go.id/download/fpkk/files49505Juknis Implementasi KPP Stunting_ISBN_13072021.pdf
Fajar, N., Misnaniarti, & Bella, F. (2020). Hubungan antara Pola Asuh Keluarga dengan Kejadian Balita Stunting pada Keluarga Miskin di Palembang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 5(1), 15–22. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jekk.v5i1.5359
Investigators, M. N. (2017). Childhood Stunting in Relation to the pre- and Postnatal Environment During the First 2 Years of Life: The MAL-ED Longitudinal Birth Cohort Study. PLoS Medicine, 14(10), 1–21. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002408
Irfan, M., Apsari, N. C., Wibowo, H., & Solihin, O. (2025). Implementasi Komunikasi Kesehatan oleh Kader Relawan Stunting di Desa Bojong Emas. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1). https://doi.org/10.30651/aks.v9i1.16934
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka. Kementerian Kesehatan RI.
Roshinah, A., Alkautsar, G., & Amalia, D. (2020). Pengaruh Program Pelatihan Kader Cegah Stunting (Peka Canting) Terhadap Pengetahuan dan keterampilan Dalam Mendeteksi Kejadian Stunting. Ilmu Kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam.
Sakinah, S., Dee, T. M. T., Lewar, E. S. B., Sormin, R. E. M., & Riantiarno, F. (2025). Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dalam Pemberian Informasi Penanganan Stunting Bagi Kader dan Penggerak PKK di Desa Manusak Kabupaten Kupang. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(3), 1645–1654. https://doi.org/10.33024/jkpm.v8i3.18172
Samsudin, M., Hapsari, P. W., Kartasurya, M. I., Syauqy, A., Isnawati, M., Wati, E. K., Nurcahyani, Y. D., Fuada, N., Suyatno, S., Dewantiningrum, J., Sunarto, S., & Nuryanto, N. (2023). Comparison of High and Low Stunting Reduction Groups Using IFE-EFE Matrix Analysis in Central Java Province, Indonesia. Frontiers in Public Health, 11, 1191473. https://doi.org/10.3389/FPUBH.2023.1191473/BIBTEX
Sandra, F., Ahmad, S., & A, V. (2017). Gizi Anak dan Remaja (1st ed). Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Setyarsih, L., Aghadiati, F., & Pratama, S. (2023). Edukasi Pencegahan Stunting dan Pelatihan Komunikasi Kader di Desa Petajen, Kabupaten Batanghari. Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(2), 647–452. https://doi.org/10.54082/jippm.224
UNICEF. (2020). Behaviour Change Communication in Health and Nutrition Programming.

















