PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI BERBASIS PELEPAH SAWIT BAGI PETERNAK SAPI DI DESA MUARA GUSIK, KUTAI BARAT
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i8.3689Keywords:
Oil Palm Fronds, Fermented Feed, Cattle Farmers, Community Empowerment, Feed TechnologyAbstract
Ketersediaan hijauan pakan merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi peternak sapi di Desa Muara Gusik, Kabupaten Kutai Barat, terutama pada musim kemarau. Limbah pelepah sawit tersedia dalam jumlah melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pakan ternak. Kondisi ini menyebabkan tingginya biaya penyediaan pakan dan rendahnya efisiensi usaha peternakan. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian peternak dalam mengolah limbah pelepah sawit menjadi pakan fermentasi sebagai alternatif pakan yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–September 2025 di Kelompok Tani-Ternak Maju Sejahtera, Desa Muara Gusik, Kabupaten Kutai Barat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Pembuatan pakan fermentasi dilakukan dengan mencacah pelepah sawit, mencampurkannya dengan dedak, molases, dan inokulan EM4, kemudian difermentasi secara anaerob selama 14–21 hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra yang signifikan. Rata-rata persentase jawaban “ya” pada seluruh indikator pengetahuan meningkat dari 5,5% sebelum kegiatan menjadi 89,5% setelah kegiatan. Mitra juga mampu memproduksi pakan fermentasi secara mandiri dengan kualitas fisik yang baik, ditandai oleh pH 3,5–4,0, aroma asam segar, warna cokelat kehijauan, dan tekstur yang tidak berlendir. Selain itu, penerapan teknologi fermentasi membantu mengurangi biaya pakan, menurunkan frekuensi pencarian hijauan, serta meningkatkan ketersediaan pakan sepanjang tahun. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peternak dan mendukung pengembangan sistem peternakan sapi rakyat yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan.
Downloads
References
Daru, T. P., Yulianti, A., & Widodo, E. (2014). Potensi Hijauan di Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Pakan Sapi Potong di Kabupaten Kutai Kartanegara. Media Sains, 7(1), 79-86.
Fajrih, N., Fanani, A. F., & Khoiruddin, M. (2020). Aplikasi Teknologi Complete Feed dan Silase Pada Peternak Kambing di Desa Sidorejo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 107-113.
Haq, M., Fitra, S., Madusari, S., & Yama, D. I. (2018). Potensi Kandungan Nutrisi Pakan Berbasis Limbah Pelepah Kelapa Sawit dengan Teknik Fermentasi. Prosiding Semnastek.
Halid, S. A., & Mustaring, M. (2019). Kajian Bahan Pakan Alternatif (Substitusi) Ruminansia Kecil sebagai Pakan Komplit. Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah, 1(1), 29-35.
Heriyanto, H. (2025). Pengaruh Pemberian Pakan Fermentasi terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Sapi Potong. Journal of Animal Husbandry, 1(1), 1-6.
Junaidi, F., & Winarno, D. W. A. (2024). Pengembangan Teknologi Fermentasi Pakan Berbasis Hijauan untuk Peningkatan Kualitas Nutrisi pada Ternak Kambing (Rojokoyo Farm). Jurnal SainTek, 1(1), 76-82.
Mahanani, A. A., & Rifa’i, R. I. (2025). Pengaruh Pemberian Fermentasi EM-4 Dan Enzimatis Batang Pisang (Musa paradisiaca) Terhadap Kandungan Protein dan Fraksi Serat Kasar. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 4(7), 1563-1578.
Nainggolan, M. S., Azhari, N. K., Sihombing, N. K., Wijaya, E., & Basriwijaya, K. M. Z. (2025). Analisis Manajemen Pemeliharaan Usaha Ternak Sapi Potong di Desa Pematang Sijonam Kecamatan Perbaungan. Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis, 2(1), 228-236.
Nuswantara, L. K., Pangestu, E., Sunarso, S., & Christiyanto, M. (2021). Kecernaan, Fermentabilitas dan Produksi Protein Mikrobia Secara In Vitro pada Complete Feed Berbasis Pelepah Sawit Fermentasi. Jurnal Agripet, 21(2), 192-199.
Rahayu, S., Jamarun, N., Zain, M., & Febrina, D. (2015). Pengaruh Pemberian Dosis Mineral Ca dan Lama Fermentasi Pelepah Sawit terhadap Kandungan Lignin, Kecernaan BK, BO, PK dan Fraksi Serat (NDF, ADF, Hemiselulosa dan Selulosa) menggunakan Kapang Phanerochaete chrysosporium. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 17(2), 151-162.
Rusdiana, S., & Praharani, L. (2018). Pengembangan Peternakan Rakyat Sapi Potong: Kebijakan Swasembada Daging Sapi dan Kelayakan Usaha Ternak. In Forum Penelitian Agro Ekonomi, 36(2), 97-116.
Silalahi, H., Sangadji, I., & Fredriksz, S. (2023). Quality of Pakchong Grass Silage (Crimson pennywort CV Thailand) with The Addition of Different of Molasses As Ruminant Feed. Jurnal Agrosilvopasture-Tech, 2(1), 202-209.
Wahyudi, A. (2019). Silase Fermentasi Hijauan dan Pakan Komplit Ruminansia (Vol. 1). Malang: UMMPress.
Winarti, A., Muarifah, H., Wahyuni, R. D., Ardilla, Y. N. N., Helmi, M., & Meirantika, R. (2025). Evaluasi Kualitas Silase Berdasarkan Jenis Hijauan Pakan Ternak dan Pemberian Molase. Ternak Tropika, Journal of Tropical Animal Production, 26(2), 160-170.
Yunilas, Y., Fauzia, M., & Sembiring, I. (2019). Silase Komplit Pelepah Kelapa Sawit dan Indigofera sp. dengan Probiotik MOIYL Terhadap Performa Sapi PO. Journal of Livestock and Animal Health, 2(1), 14-19.

















