PENGOLAHAN MANGGULU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG HATI AYAM SEBAGAI PANGAN LOKAL BERNUTRISI TINGGI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PULUPANJANG
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i4.3680Keywords:
Manggulu, Healthy Snacks, Prevent StuntingAbstract
Meningkatnya angka stunting di Desa Pulupanjang yaitu berjumlah 28 orang yang mana di dominasi oleh anak-anak. Tindakan pencegahan stunting yang dilakukan selama ini yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang mana pelayanannya 90 hari pemberian atau pemberian makanan tambahan ini dari hari Senin sampai dengan Sabtu. Bentuk makanan yang diberikan pada anak- anak yang terkena stunting yaitu diberikan kolak, susu, daging dan telur. Tujuan pengabdian yaitu sebagai upaya pemberdayaan terhadap masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan, pemberian ilmu pengetahuan dalam rangka mengurangi prevalensi stunting di Desa Pulupajang sehingga hal ini berdampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan anak- anak, serta meningkatkan kualitas hidup dan masa depan mereka. Metode yang digunakan adalah Edukasi dan penyuluhan pada kelompok posyandu tentang bahaya stunting dan upaya pencegahan stunting melalui pengolahan produk Manggulu dan pentingnya tepung hati. Melakukan pelatihan dan praktikum pengolahan Manggulu dengan subsitusi tepung hati ayam. Mitra PKM adalah Kelompok Dasawiswa Desa Pulupanjang. Hasil Evaluasi yang dilakukan adalah mitra puas terhadap kegiatan PkM yang dilaksanakan dengan rata-rata yang dihasilkan yaitu 97,61%. Kegiatan PKM berhasil meningkatkan kesejahteraan, dan kecerdasan mitra serta Impact (Kebermanfaatan dan Produktifitas) kegiatan ini yaitu masyarakat menjadi paham pemanfaatan hati ayam serta pengolahan manggulu dengan pertimbangan nilai gizi yang baik.
Downloads
References
Amalia, F. N., Akbar, A., Masruroh, I., Cahyani, C. P., & Giri, R. F. (2022). Pelatihan Pembuatan Biskuit Dari Kelor “Pemanfaatan Moringa” Untuk Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Pada Masyarakat Desa Bulukandang Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Proceedings of the 1st SENARA (hal. 822-825). Sidoarjo: Proceedings of the 1st SENARA.
Apriyanti, M. E. (2018). Pentingnya Kemasan. Journal Sosio E-Kons, 10(1), 20–27.
Bagaihing, M., & Mantolas, C. M. (2021). Kuliner Lokal Sebagai Produk Budaya (Studi Kasus Pada on The Rock Hotel, Kupang). In Journey: Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management, 4 (2), 211-224.
Basaria, P. S., Anjani, G., & Pramono, A. (2024). Peran Kandungan Zat Gizi Dan Senyawa Bioaktif Pisang Terhadap Tingkat Nafsu Makan : A Literature Review. Journal of Nutrition College, 13(4), 382–394. https://doi.org/10.14710/jnc.v13i4.43280
Hakimi, R. (2022). Evaluation of Local Food Industry Development Program Activities in West Sumatera. Journal of Integrated Agribusiness, 4(2), 1-9.
Ina, Y. T., Sirappa,I. P., & Saragih, E. C. (2024). Pemanfaatan Tepung Kelor dan Tepung Hati Ayam Melalui Diversifikasi Produk Kambambang Sebagai Upaya pencegahan Stunting. Jurnal Masyarakat Mandiri, 8(6), 6179-6191
Miranti, M. G., Astuti, N., & Handajani, S. (2018). Pembuatan Kue Kering Berbasis Kearifan Lokal di Kecamaan Brondong-Lamongan (Kajian Respon Pelatihan). Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 102-107.
Pal, S., Ghosh, T., & Bhattacharjee, I. (2017). “ Miracle Tree ” Moringa oleifera Its Nutritive Importance and Safety Efficacy. Indian Journal of Biology, 4(1), 49–60.
Partini, & Sari, I. (2022). Kebijakan Pengembangan Kesehatan Pangan Lokal, Agribisnis, 11(1), 78–83.
Pratiwi, A., Ernawati, S., Desviliani, R., Komalasari, N., Istiqomah, Y., Sahrini, S., & Fahrulah, F. (2025). Meningkatkan Nilai Kewirausahaan lokal Melalui Inovasi dan Kreaktifitas Produk. Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI), 5(1), 95-101.
Rahayu, M. D., Widodo, W. D., & Suketi, K. (2015). Penentuan Waktu Panen Pisang Raja Bulu Berdasarkan Evaluasi Buah Beberapa Umur Petik. Jurnal Hortikultura Indonesia, 5(2), 65–72. https://doi.org/10.29244/jhi.5.2.65-72
Rahayu, W. (2020). Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif pada Dasawisma 2 RT 01 RW 11 Desa Makamhaji Kecamatan Kartosuro Kabupaten Sukoharjo. PRIMA. Journal of Community Empowering and Services, 4(1), 16–21.
Rejeki, S., Faradilla, R. F., & Elvira, I. (2022). Analisis Asupan Energi, Karbohidrat, dan Serat dari Pangan Pokok di Wilayah Non Pertanian di Kota Baubau. Jurnal Gizi Ilmiah, 11(1), 35–41. https://jurnal.karyakesehatan.ac.id/JGI
Sari, Y., Afriyansyah, B., & Juairiah, L. (2019). Pemanfaatan Daun Sebagai Bahan Pembungkus Makanan di Kabupaten Bangka Tengah. EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi, 4(2), 48–56. https://doi.org/10.33019/ekotonia.v4i2.1686
Setyowati, W. T., & Nisa, F. C. (2014). Formulasi Biskuit Tinggi Serat (Kajian Proporsi Bekatul Jagung; Tepung Terigu dan Penambahan Baking Powder). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(3), 224–231.
Sumarto, S., & Tajrifani, A. S. (2020). Pengembangan Produk Pangan dari Bahan Baku Lokal untuk Buffer Stock Darurat Bencana di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 11(2), 179-185.
Supriadin. (2024). Pengaruh Penggunaan Bahasa Daerah Dalam Pergaulan Sehari-hari Mahasiswa UNDIKMA Terhadap Keterampilan Berbahasa Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 3,2755–2759. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.5666
Syaifuddin, U., Ridho, R., & Harsanti, R. S. (2019). Pengaruh Konsentrasi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Gula terhadap Karakteristik Selai. Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian (JIPANG), 1(1), 27-39.
Tarwendah, I. P. (2017). Jurnal Review: Studi Komparasi Atribut Sensoris dan Kesadaran Merek Produk Pangan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 5(2).
Thalia, R. R. L. A., & Rohmansyah, R. (2025). Perbandingan Daya Terima dan Karakteristik Cookies Tepung Hati Ayam Kampung dan Tepung Pisang Kepok. Jurnal Nutrisia, 27(1), 30–36. https://doi.org/10.29238/jnutri.v27i1.395

















