PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POTENSI LOKAL (SIMPOLL) BERBASIS OPEN SID DI RW 08 KALORAN, KLATEN, JAWA TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i4.3670Keywords:
Sistem Informasi, Manajemen, SIMPOLL, Karang Taruna, Smart Community, Potensi LokalAbstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen pelayanan publik dan pemberdayaan warga di wilayah RW 08 Kaloran, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan melalui penerapan sistem digital berbasis komunitas, yaitu SIMPOLL (Sistem Informasi Masyarakat dan Potensi Lokal). Kawasan Kaloran termasuk wilayah peri-urban yang menghadapi tantangan administrasi, data kependudukan, dan keterbatasan literasi digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan teknis, (3) penerapan teknologi, (4) pendampingan dan evaluasi, serta (5) strategi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian 80% dari target yang direncanakan. Sebanyak 12 unit CCTV berhasil dipasang di titik strategis untuk mendukung keamanan lingkungan, 19 warga berpartisipasi sebagai pengawas keamanan digital, dan sekitar 50% dari 251 kepala keluarga telah memanfaatkan layanan mandiri berbasis SIMPOLL. Karang Taruna Gema 08 berperan aktif sebagai pendamping lokal, pelatih teknologi, dan pengelola konten berita kampung. Dampak program ini mencakup peningkatan literasi digital warga, transparansi administrasi, serta penguatan ekonomi lokal melalui fitur katalog UMKM. SIMPOLL terbukti mampu menjadi model digitalisasi pelayanan publik yang efektif di tingkat kampung, sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kolaborasi warga dalam konteks masyarakat peri-urban. Ke depan, diperlukan keberlanjutan berupa pengangkatan admin khusus dan dukungan kelembagaan agar model ini dapat direplikasi ke wilayah lain sebagai embrio smart community berbasis teknologi terbuka.
Downloads
References
Firman, T. (2009). The continuity and change in mega-urbanization in Indonesia: A survey of Jakarta–Bandung region (JBR) development. Habitat International, 33(4), 327–339. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2008.08.005
Hidayat, M. L., Widyastuti, E., & Akbar, N. (2025). SIMPOLL: Sistem informasi masyarakat dan potensi lokal berbasis OpenSID sebagai upaya pemberdayaan komunitas peri-urban (Laporan pengabdian masyarakat internal). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hudalah, D., & Winarso, H. (2010). Peri-urbanisation in East Asia: A new challenge for planning education in Indonesia. Journal of Regional and City Planning, 21(3), 169–188. https://journal.ui.ac.id/jrcp/article/view/3389
Jati, W. R. (2021). Birokrasi digital dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 17(2), 145–158.
Kumar, A. (2018). Local e-governance and citizen participation through digital platforms. Government Information Quarterly, 35(4), 613–623. https://doi.org/10.1016/j.giq.2018.09.001
McGee, T. G. (2009). The spatiality of urbanization: Peri-urban transformations in Asia. International Development Planning Review, 31(1), 1–20. https://doi.org/10.3828/idpr.31.1.1
Nugraha, A. (2022). Pemberdayaan pemuda dalam transformasi digital tingkat komunitas. Jurnal Sosial Humaniora, 11(2), 78–86.
OpenSID Community. (2024). OpenSID documentation: Open source village information system. https://github.com/OpenSID/OpenSID
Pemerintah Republik Indonesia. (2024). Asta Cita: Visi misi pemerintahan 2024–2029. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Prasetyo, E., Santosa, A., & Nugroho, Y. (2021). Pemanfaatan sistem informasi desa (OpenSID) untuk transparansi pemerintahan desa di Indonesia. Jurnal Sistem Informasi (JSI), 17(1), 12–22. https://doi.org/10.24002/jsi.v17i1.5011
Pratama, R. Y. (2020). Peran pemuda dalam pengembangan literasi digital di masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 34–42.
Rahayu, M., Kurniawan, H., & Hidayat, M. L. (2023). Digitalisasi administrasi RT/RW berbasis OpenSID: Studi pengabdian masyarakat di wilayah sub-urban. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Abdi Insani, 5(2), 55–67.
Rahayu, R., & Day, J. (2018). Small and medium enterprises (SMEs) and e-commerce adoption: Empirical evidence from Indonesia. Journal of Small Business and Enterprise Development, 25(1), 110–132. https://doi.org/10.1108/JSBED-03-2017-0100
Suroso, A., & Giap, Y. (2019). E-government development and implementation in Indonesia: The case of local government. Journal of Government and Civil Society, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.31000/jgcs.v3i1.1485
Suryani, A., Mulyono, S., & Utami, N. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan literasi digital dan pemanfaatan sistem informasi desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(3), 114–121. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i3.6823
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. https://sdgs.un.org/2030agenda
Wilson, M. (2020). Community information systems: A framework for local digital governance. Information Development, 36(4), 512–522. https://doi.org/10.1177/0266666919876850
Winarso, H., Hudalah, D., & Firman, T. (2015). Peri-urban transformation in Indonesia. Habitat International, 49, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2015.04.002

















