PENGELOLAAN SAMPAH SISA USAHA RUMAH MAKAN BERBASIS KOLABORASI BANK SAMPAH DAN BUDIDAYA MAGGOT UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI DESA BENGLE, KARAWANG
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i5.3643Keywords:
Community Service, Waste Management, Restaurant, Maggot, Environmental SustainabilityAbstract
Permasalahan pengelolaan sampah organik dari usaha rumah makan di Desa Bengle, Kabupaten Karawang, masih belum tertangani secara berkelanjutan akibat rendahnya praktik pemilahan dari sumber dan terbatasnya kolaborasi dengan pengelola sampah lokal. Kondisi ini menyebabkan sampah sisa makanan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, potensi pengolahan melalui budidaya maggot sebagai agen biokonversi belum terintegrasi dalam sistem pengelolaan sampah di tingkat desa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis kolaborasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik menjadi produk bernilai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan sampah organik berbasis kolaborasi antara rumah makan, bank sampah, dan pembudidaya maggot guna memperkuat keberlanjutan lingkungan di tingkat desa. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan masalah, pendampingan teknis pemilahan dan penyaluran sampah organik, integrasi pemanfaatan maggot, serta penerapan eco-label bagi rumah makan yang berpartisipasi. Kegiatan juga didukung dengan penyediaan alat tepat guna berupa mesin pencacah dan mesin penyangrai otomatis. Pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, demonstrasi lapangan, serta monitoring bersama mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi maggot kering dari rata-rata 20–30 kg/hari menjadi 60–80 kg/hari setelah penggunaan alat dan pendampingan teknis. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi mitra, di mana lebih dari 70% rumah makan yang terlibat mulai melakukan pemilahan sampah organik secara rutin. Produk maggot kering yang telah dilabeli juga mengalami peningkatan daya jual dan mendapatkan respon positif dari pasar lokal. Program ini turut memperkuat kolaborasi antara bank sampah, pembudidaya maggot, dan pelaku usaha, sehingga menciptakan sistem pengelolaan sampah organik yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah organik sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi dan lingkungan di tingkat desa.
Downloads
References
Anggaresta, A. (2023). Penyuluhan Label Pangan dan Desain Kemasan di UD Sofia Cookies Wiyung Surabaya. Diandra: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 25–34.
Ardian, R. & Lestari, D. (2022). Evaluasi Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Karawang. Jurnal Kebijakan Lingkungan, 10(2), 115–130.
Bappenas. (2024). Laporan Kajian Pengurangan Sampah Makanan dan Sampah Organik di Indonesia. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Devialesti, V. & Hakim, L. (2023). Pelatihan Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) untuk Mengatasi Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Kemiling Raya, Kota Bandar Lampung. Jurnal Abdimas Manajemen (JAIM), 5(1), 30–38.
DLHK Kabupaten Karawang. (2024). Laporan Kinerja (LKIP) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang Tahun 2024. Karawang: DLHK Karawang.
Fitriani, N. & Prasetyo, A. (2023). Inovasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis 3R dan Penguatan Peran Bank Sampah di Desa. Jurnal Kreatif: Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 75–86.
Haryanti, S. (2014). Studi Penerapan Bank Sampah Dalam Upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi, 1(1), 52–59.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Pengelolaan Sampah Organik Terpadu untuk Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian LHK.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024, 4 November). Wamen LH Minta Sampah Makanan Sektor HOREKA Habis Terkelola Tanpa Masuk TPA. Diakses 20 November 2025, dari https://www.menlhk.go.id/news/wamen-lh-minta-sampah-makanan-sektor-horeka-habis-terkelola-tanpa-masuk-tpa/
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Capaian Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2024 (Dashboard SIPSN). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. Diakses 20 November 2025, dari https://sipsn.menlhk.go.id
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2021). Peta Jalan Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Dalam Mendukung Pencapaian TPB di Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Kurniawan, T. & Prasetyo, E. (2021). Pelatihan Pembuatan Pakan Alami Maggot BSF (Hermetia illucens) bagi Masyarakat Desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2), 90–98.
Nursanti, E. (2019). Peran Bank Sampah dalam Membangun Partisipasi Masyarakat Pada Pengelolaan Sampah Perkotaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Lingkungan, 4(1), 45–55.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 188.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. (2022, 16 Agustus). Pengelolaan Sampah di Hotel dan Restoran. Diakses 20 November 2025, dari https://phri.or.id/media/detail/4071
Pramita, D. (2022). Pengembangan UMKM Melalui Desain Kemasan, Label, dan Pendaftaran Merek Dagang. Aurelia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kreatif, 4(1), 55–63.
Putra, H. & Widodo, B. (2020). Dampak sampah Sisa Makanan Terhadap Kualitas Lingkungan Permukiman. Jurnal Ekologi dan Kesehatan Lingkungan, 8(3), 167–178.
Rahman, S., Sari, M. & Dewi, L. (2021). Integrasi Bank Sampah dan Ekonomi Sirkular di Tingkat Komunitas. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan, 3(2), 101–116.
Setiawan, R. & Rahmawati, N. (2022). Pengaruh Desain Label dan Kemasan Terhadap Kepercayaan Konsumen Produk UMKM Pangan. Jurnal Manajemen Pemasaran Indonesia, 14(1), 55–68.
Surya, F., Ramadhan, A. & Siregar, M. (2021). Optimalisasi Biokonversi Black Soldier Fly (BSF) pada Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga. Jurnal Teknologi Lingkungan Terapan, 5(2), 89–99.
Tumimomor, A. Y. S. (2024). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah di Kota Manado. Nuansa Akademik: Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(1), 33–44.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 69.
Yudistira, I. G. W. (2024). Pelatihan Budidaya Maggot BSF di Desa Anjani untuk Mengurangi Sampah Organik Dapur. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 6(1), 55–64.
Zunaidi, A. (2024). Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat: Pendekatan Praktis untuk Memberdayakan Komunitas. Yogyakarta: Yayasan Putra Adi Dharma.

















