INTEGRASI PENGETAHUAN SAINS DAN KEARIFAN LOKAL: MODEL PENGABDIAN BERBASIS KO KREASI PADA KOMUNITAS NELAYAN ARGAWANA, KABUPATEN SERANG
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i3.3624Keywords:
Fishermen, Appropriate Technology, Scientific Literacy, Empowerment, Citizen ScienceAbstract
Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat literasi saintek serta pemanfaatan teknologi tepat guna di kalangan komunitas nelayan Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Provinsi Banten. Mitra program menghadapi beberapa tantangan utama, antara lain keterbatasan akses terhadap informasi kelautan, rendahnya pemahaman mengenai teknologi pemantauan laut, serta belum optimalnya penggunaan data untuk menentukan waktu dan lokasi penangkapan ikan. Program ini dijalankan melalui beberapa tahapan, meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang sangat signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 42 persen pada pre-test menjadi 87 persen pada post-test, yang mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan literasi teknologi. Dampak program terlihat dari meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengenali dan memanfaatkan produk saintek dalam aktivitas melaut, serta penggunaan data untuk menentukan waktu melaut yang lebih aman dan akurat. Perubahan ini berkontribusi pada penurunan risiko gagal tangkap, pengurangan biaya operasional, dan peningkatan efisiensi bahan bakar. Selain itu, program ini mendorong munculnya warga sebagai produsen sekaligus pengguna pengetahuan (citizen science) dalam pengelolaan sumber daya pesisir.
Downloads
References
Ansaar, A. (2019). Sistem Pengetahuan Pelayaran Dan Penangkapan Ikan Pada Masyarakat Nelayan di Kelurahan Rangas, Kabupaten Majene. Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya, 10(2), 139–154. https://doi.org/10.36869/wjsb.v10i2.2
Arief, A. A., Agusanty, H., Mustafa, M. D., & Kasri, K. (2021). Kepercayaan dan Pamali Nelayan Pulau Kambuno di Sulawesi Selatan. Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 56–68. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15816
Asirin, A., & Argo, T. A. (2017). Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Implikasinya terhadap Ketangguhan Mata Pencaharian Nelayan. Journal of Regional and Rural Development Planning, 1(1), 1. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2017.1.1.1-15
Maulana, M. A., & Haryono, H. (2024). Adaptasi Sosial di Masyarakat Pesisir Karangantu Terhadap Perubahan Lingkungan dan Sosial. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5), 10118–10132. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.18180
Pahlevi, M. R., Pratama, J., Nurfikriyanto, Y., Ihsan, M. F. (2025). Transformasi Ekonomi Nelayan dan Pembudidaya Ikan melalui Inovasi Teknologi dan Digitalisasi. JELAWAT: Jurnal Ekonomi Laut dan Air Tawar, 01(01), 32–42. https://doi.org/10.9000/jelawat.v1i1.1
Verawati, C. N., Prastiwi, R. A., Angely, D. R., Fadilah, N., Mas’ud, M. L., Susilowati, I., & Shafika, N. (2025). Analisis Pemanfaatan Information and Communication of Technology (ICT) dalam Mendukung Peningkatan Produktivitas Nelayan di Kawasan Bandengan. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 21(1), 38–47. https://doi.org/10.14710/ijfst.21.1.38-47
Wibowo, A., Suwarto, Winarno, J., & Permatasari, P. (2025). Pemberdayaan Nelayan Tradisional dalam Menghadapi Perubahan Sosial di Kabupaten Pacitan. Jurnal Penyuluhan, 21(01), 102–116. https://doi.org/10.25015/21202557462

















