PENGEMBANGAN POTENSI RENCONG MELALUI PELATIHAN ELECTROCHEMICAL ETCHING WITH STENCIL MASKING DI DESA BAET ACEH BESAR
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i2.3478Keywords:
Rencong, Aesthetic, Electrochemical Etching, Stencil, OrnamentAbstract
Rencong merupakan senjata tradisional sekaligus warisan budaya Aceh yang merepresentasikan sejarah, filosofi, dan identitas masyarakatnya. Seiring perkembangan zaman, fungsi rencong bergeser dari senjata ke benda bernilai estetis, seperti cendera mata, hiasan dinding, dan aksesori adat. Transformasi fungsi ini menunjukkan adaptasi budaya untuk menjaga keberlanjutan eksistensi rencong. Namun, pasca pandemi COVID-19, sektor kerajinan rencong mengalami penurunan signifikan, diperparah oleh desain produk yang monoton dan kurang inovatif, terutama pada ornamen bilah logam. Menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknik Electrochemical Etching with Stencil Masking kepada para pengrajin di Desa Baet, Aceh Besar. Teknik etsa elektrokimia ini merupakan metode yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan untuk menghasilkan ornamen pada permukaan logam, serta berpotensi memperkaya variasi desain rencong. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyampaian materi dasar mengenai proses etching, praktik perancangan desain, demonstrasi teknis, hingga penerapan langsung pada media seng plat dan bilah rencong. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami prinsip kerja dasar etsa elektrokimia, termasuk pengaturan tegangan listrik, penggunaan bahan resist, pemahaman sifat logam, dan prosedur keselamatan kerja. Peserta menghasilkan beberapa prototipe motif pada seng plat dengan kualitas yang meningkat setelah sesi evaluasi dan pendampingan. Pada tahap lanjutan, sebagian peserta mampu menerapkan teknik etching pada bilah rencong dengan tingkat kerapian dan kejelasan motif yang baik. Kegiatan ini juga memfasilitasi kolaborasi antara pengrajin dan siswa SMK dalam merancang motif yang menggabungkan elemen tradisional Aceh dengan pendekatan desain modern. Luaran kegiatan meliputi karya rencong berhias ornamen, dokumentasi proses, serta modul pelatihan teknik etsa yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh mitra sasaran.
Downloads
References
Bukhari, R. A., & Abubakar, B. (2021). The Existence of Rencong Making as A Cultural Product In Aceh: A Study In Baet Raya District Aceh Besar Regency: Eksistensi Pembuatan Rencong Sebagai Produk Budaya Aceh: Studi di Baet Raya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Indonesian Journal of Islamic History and Culture, 2(1), 50-72.
Felani, E., Istiqomah, K. F., Sari, I. N. I., & Hidayatullah, R. (2025). Implementasi Strategi Participatory Action Research (PAR) Untuk Mengoptimalkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah: Sebuah Pendekatan Inovatif Dan Berkelanjutan. AN NAJAH (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan), 4(3), 21-27.
Guntur, G. (2016). Metode Penelitian Artistik. Yogyakarta: ISI Press.
Julianda, T. M. S. (2022). Rencong dalam Masyarakat Aceh Pembuatan dan Pemanfaatan di Baet Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry).
Kafri, S. A., & Wijaya, R. S. (2020). Perkembangan Bentuk Kerajinan Rencong di Desa Baet Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 326-335.
Leksono, F. (2020). Empathy Approach as Solution for Brand during Pandemic COVID-19. Jurnal Desain Indonesia., 2(2), 9-9.
Manan, A., Hakim, N., & Husaini, A. Z. (2019). The Morphology of Rencong Aceh in the Museum of Aceh. IBDA`: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 17(2), 280–301. https://doi.org/10.24090/ibda.v17i2.2941
Purnamasari, H., & Amrullah, I. (2023). The Search for the Perfection of Divine Love in Herman Hesse's Novel Sidharta. Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 173-185.
Setyawan, D., & Angge, I. C. (2020). Seni Etsa Logam Karya Rocka Radipa. In Seni Rupa, 08 (01). https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/34597/30758.
Sudirman. (2013). Sejarah Teknologi Pembuatan Rencong. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh.
Supatmo, S. (2017). 11(2), 107-116. http://dx.doi.org/10.15294/imajinasi.v11i2.12812
Wahidi, J. (2022). Strategi Perwujudan Estetis Seni Ornamen Masjid Peninggalan Walisanga di Jawa Tengah. Imajinasi: Jurnal Seni, Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Banda Aceh (Studi Kasus Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh). Ekombis: Jurnal Fakultas Ekonomi, 8(1), 40-49.

















