PENINGKATAN KAPASITAS KOMUNITAS MELALUI PELATIHAN CPR DI SEKOLAH MENENGAH KABUPATEN MALANG
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i3.3421Keywords:
Henti Jantung, CPR Komunitas, School CPR, AED, KesiapsiagaanAbstract
Henti jantung mendadak masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia dengan angka kelangsungan hidup pasien dengan henti jantung diluar rumah sakit (OHCA) antara 5-10%. Tingkat pertolongan (pemberian CPR) oleh masyarakat awam yang rendah merupakan masalah utama dalam proses penyelamatan. Pelatihan CPR berbasis sekolah merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kasus henti jantung mendadak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang cara melakukan CPR dan menggunakan Automated External Defibrillator (AED). Kegiatan pelatihan CPR dilaksanakan pada 21–22 Agustus 2024 di SMPN 1 Wagir dengan 100 peserta (81 siswa dan 19 guru). Pelatihan mencakup hands-only CPR, penggunaan AED, praktik manekin, dan metode irama lagu untuk menjaga kualitas kompresi. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest serta pengumpulan data demografi dan kesediaan bertindak. Mayoritas peserta pelatihan belum pernah belajar maupun melakukan CPR sebelumnya. Rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 67,6 menjadi 85,3 (p=0,000). Setelah pelatihan, 89% peserta bersedia melakukan CPR pada keluarga, 87% pada orang lain, dan 82% menggunakan AED, menunjukkan peningkatan self-efficacy. Metode praktik langsung dengan irama lagu dan dukungan sebaya memperkuat kepercayaan diri peserta. Keterlibatan guru berpotensi memperluas dampak sebagai multiplier dalam membangun kapasitas kesiapsiagaan komunitas sekolah terhadap henti jantung. Selain meningkatkan kapasitas komunitas di sekolah, program ini juga dapat digunakan sebagai model untuk pendidikan tanggap darurat berbasis masyarakat.
Downloads
References
Abdullah, T., Haedar, A., Suryanto, Yasir, F. A., Prastio, Y., Putra, R. W., Pribadi, U., Pradnyani, I. I., Zaelani, M. A., Fitriyani, I., & Kinanda, E. W. (2024). Efektivitas pelatihan resusitasi jantung paru pada pengetahuan henti jantung murid SMP di Kabupaten Malang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6, 278–285. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i1.14786
Allan, K. S., Mammarella, B., Visanji, M., Moglica, E., Sadeghlo, N., O’Neil, E., Chan, T. T., Kishibe, T., & Aves, T. (2023). Methods to teach schoolchildren how to perform and retain cardiopulmonary resuscitation (CPR) skills: A systematic review and meta-analysis. Resuscitation Plus, 15, 100439. https://doi.org/10.1016/j.resplu.2023.100439
Borovnik Lesjak, V., Šorgo, A., & Strnad, M. (2022). Retention of knowledge and skills after a basic life support course for schoolchildren: A prospective study. Inquiry, 59. https://doi.org/10.1177/00469580221098755
Böttiger, B. W., & Van Aken, H. (2015). Kids save lives—Training school children in cardiopulmonary resuscitation worldwide is now endorsed by the World Health Organization (WHO). Resuscitation, 94, A5–A7. https://doi.org/10.1016/j.resuscitation.2015.07.005
Chamdawala, H., Meltzer, J. A., Shankar, V., Elachi, D., Jarzynka, S. M., & Nixon, A. F. (2021). Cardiopulmonary resuscitation skill training and retention in teens (CPR START): A randomized control trial in high school students. Resuscitation Plus, 5, 100079. https://doi.org/10.1016/j.resplu.2021.100079
Dainty, K. N., Colquitt, B. C., Bhanji, F., Hunt, E. A., Jefkins, T., Leary, M., Ornato, J. P., Swor, R. A., & Panchal, A. (2022). Understanding the importance of the lay responder experience in out-of-hospital cardiac arrest: A scientific statement from the American Heart Association. Circulation, 145(17), E852–E867. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001054
Fitri, E. Y., Andhini, D., Effendi, Z., & Handayani, S. (2023). Kemauan bertindak dalam resusitasi jantung paru pada siswa sekolah menengah atas. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1581–1591. https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.5101
Kusumawati, H. I., Sutono, Alim, S., Achmad, B. F., & Putri, A. F. (2023). Factors associated with willingness to perform basic life support in the community setting in Yogyakarta, Indonesia. Australasian Emergency Care, 26(4), 303–307. https://doi.org/10.1016/j.auec.2023.03.003
Mohd Hashim, N. I., Daud, A., & Mohammed Nawi, A. (2025). Factors influencing willingness to perform cardiopulmonary resuscitation (CPR) and use an automated external defibrillator (AED) among non-healthcare community participants in a CPR fun run. BMC Public Health, 25(1). https://doi.org/10.1186/s12889-025-24412-6
Mollo, A., Beck, S., Degel, A., Greif, R., & Breckwoldt, J. (2024). Kids save lives: Who should train schoolchildren in resuscitation? A systematic review. Resuscitation Plus, 20, 100755. https://doi.org/10.1016/j.resplu.2024.100755
Movahedi, A., Mirhafez, S. R., Behnam-Voshani, H., Reihani, H., Ferns, G. A., & Malekzadeh, J. (2017). 24-hour survival after cardiopulmonary resuscitation is reduced in patients with diabetes mellitus. Journal of Cardiovascular and Thoracic Research, 9(3), 175–178. https://doi.org/10.15171/jcvtr.2017.30
Nolan, J. P., Perkins, G. D., & Soar, J. (2015). Improving survival after out-of-hospital cardiac arrest. BMJ, 351, h4989. https://doi.org/10.1136/bmj.h4989
Oliveira, N. C., Oliveira, H., Silva, T. L. C., Boné, M., & Bonito, J. (2024). The role of bystander CPR in out-of-hospital cardiac arrest: What the evidence tells us. Hellenic Journal of Cardiology. https://doi.org/10.1016/j.hjc.2024.09.002
Pemerintah Kabupaten Malang. (2026). Jumlah kasus penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes mellitus) di Kabupaten Malang. Pemerintah Kabupaten Malang.
Pivač, S., Gradišek, P., & Skela-Savič, B. (2020). The impact of cardiopulmonary resuscitation (CPR) training on schoolchildren and their CPR knowledge, attitudes toward CPR, and willingness to help others and to perform CPR: Mixed methods research design. BMC Public Health, 20(1). https://doi.org/10.1186/s12889-020-09072-y
Ratajczak, J., Łach, P., Szczerbiński, S., Paciorek, P., Karłowska-Pik, J., Ziemkiewicz, B., Jasiewicz, M., & Kubica, A. (2018). Atmospheric conditions and the occurrence of out-of-hospital cardiac arrest in Poland—Preliminary analysis of poorly understood phenomena. Medical Research Journal, 3(3), 121–126. https://doi.org/10.5603/MRJ.a2018.0019
Restu, F., Putri, J., Abiansah, M., Alkadri, M. A., Nantana, L. M., Hendi, M., & Majid, A. (2025). Program pengenalan hand-only CPR pada siswa dan guru SD Negeri 37 Ampenan. Rengganis: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5.
Wagir, K. (2024). Kecamatan Wagir dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang.
Zenani, N. E., Bello, B., Molekodi, M., & Useh, U. (2022). Effectiveness of school-based CPR training among adolescents to enhance knowledge and skills in CPR: A systematic review. Curationis, 45(1). https://doi.org/10.4102/curationis.v45i1.2325.

















