DEMPLOT FERTIGASI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) SEBAGAI INOVASI PERTANIAN PRESISI MODERN (STUDI KASUS PELAKSANAAN KKN UMKT DI DESA SEKUAN MAKMUR)

Authors

  • Firman Firman Fakultas Pertanian dan Bisnis digital Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Budianto Budianto Fakultas Pertanian dan Bisnis digital Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Muhammad Hasan Fakultas Pertanian dan Bisnis digital Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i1.3369

Keywords:

Fertigasi, IoT, KKN UMKT, Desa Sekuan Makmur, Pertanian Modern

Abstract

Pertanian modern menghadapi tantangan besar, termasuk keterbatasan sumber daya alam, perubahan iklim, serta tuntutan peningkatan produktivitas yang berkelanjutan. Salah satu inovasi yang ditawarkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah sistem fertigasi berbasis Internet of Things (IoT). Artikel ini membahas pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) tahun 2025 yang mengimplementasikan demplot fertigasi berbasis IoT di Desa Sekuan Makmur, Kalimantan Timur, tentunya kegiatan ini memberikan gambaran pemanfaatan teknologi dalam usaha pertanian berbasis kemitraan bersama masyarakat setempat.lebih jauhpelaksanaan kegiatan ini bertujuan Mewujudkan demonstrasi penerapan fertigasi berbasis Internet of Things sebagai inovasi pertanian presisi modern untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air, nutrisi tanaman, produktivitas, dan kapasitas petani Desa Sekuan Makmur. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa KKN melakukan perancangan, instalasi, pelatihan, serta monitoring penggunaan sistem fertigasi pada lahan pertanian masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengedepankan aspek implementasi teknologi, partisipasi masyarakat, serta dampak terhadap efisiensi pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem fertigasi berbasis Internet of Things (IoT) memberikan dampak positif yang signifikan terhadap praktik pertanian di Desa Sekuan Makmur. Sistem ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30 persen melalui pengaturan irigasi dan pemberian nutrisi yang lebih presisi dan terkontrol. Selain itu, penggunaan teknologi IoT terbukti mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual sekitar 30 persen, sehingga menekan biaya operasional petani. Penerapan sistem ini juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman hortikultura hingga 25 persen. Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan KKN UMKT mendorong peningkatan literasi dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi pertanian modern. Artikel ini menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi media pengabdian masyarakat, tetapi juga wahana transfer teknologi dan pengembangan pertanian berkelanjutan di pedesaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budianto, A., & Setiawan, I. (2021). Penerapan irigasi tetes untuk efisiensi air pada tanaman hortikultura. Jurnal Irigasi Indonesia, 16(1), 15–24.

Hartono, A. (2020). Teknologi irigasi tetes dan fertigasi modern. Deepublish.

Hartono, B. (2020). Penerapan sistem fertigasi untuk efisiensi penggunaan air dan pupuk serta peningkatan homogenitas pertumbuhan tanaman. Jurnal Agrikultura Modern, 8(3), 201–210.

Hidayat, A., Rahman, F., & Sari, N. (2023). Penerapan sistem fertigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan kestabilan kelembapan tanah. Jurnal Teknologi Pertanian Modern, 12(2), 145–156.

Hidayat, M., Sari, R., & Arifin, L. (2023). Efisiensi air dan nutrisi pada sistem fertigasi otomatis berbasis IoT. Jurnal Teknologi Pertanian Modern, 12(2), 145–156.

Kadir, A., & Santoso, B. (2021). Efisiensi irigasi tetes pada tanaman hortikultura di lahan kering. Jurnal Irigasi Indonesia, 16(2), 85–94.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Pertanian presisi: Konsep dan implementasi di Indonesia. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Kusnandar, D., & Prasetyo, A. (2022). Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemantauan kondisi tanaman secara real-time untuk meningkatkan efektivitas budidaya. Jurnal Inovasi Pertanian Digital, 5(1), 23–32.

Prasetyo, E., & Nugroho, S. (2022). Sistem kendali otomatis irigasi berbasis sensor kelembapan tanah. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 11(1), 45–54. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v11i1.45-54

Rahayu, S. (2020). Sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam inovasi pertanian. UB Press.

Saptana. (2021). Transformasi pertanian Indonesia menuju era digital. Analisis Kebijakan Pertanian, 19(3), 210–223. https://doi.org/10.21082/akp.v19n3.2021.210-223

Sari, E., & Wahyudi, T. (2021). Analisis ekonomi sistem fertigasi pada usahatani cabai merah. Jurnal Agro Ekonomi Indonesia, 9(1), 55–68.

Susanto, B. (2022). Pertanian cerdas untuk generasi muda. IPB Press.

United Nations Development Programme. (2023). Sustainable development goals report 2023. United Nations.

Published

2026-01-28

How to Cite

Firman, F., Budianto, B., & Hasan , M. (2026). DEMPLOT FERTIGASI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) SEBAGAI INOVASI PERTANIAN PRESISI MODERN (STUDI KASUS PELAKSANAAN KKN UMKT DI DESA SEKUAN MAKMUR). Jurnal Abdi Insani, 13(1), 647–654. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i1.3369

Issue

Section

section editor