INTEGRASI LITERASI KEUANGAN DAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS KELUARGA: INTERVENSI KOMUNITAS DI PANDEGLANG BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i2.2841Keywords:
Stunting, Edukasi Keuangan, Kewirausahaan, Keluarga, Pemberdayaan EkonomiAbstract
Stunting merupakan permasalahan multidimensional yang tidak hanya memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing ekonomi bangsa. Di Indonesia, stunting sering kali disebabkan oleh ketimpangan sosial-ekonomi, khususnya pada keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan gizi dan akses layanan kesehatan Stunting seringkali disebabkan oleh kondisi ekonomi yang kurang baik. Literasi keuangan yang rendah dan kurangnya pengetahuan tentang kewirausahaan semakin memperburuk situasi ini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan edukasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan sebagai strategi pencegahan stunting berbasis keluarga, mendorong kewirausahaan sebagai sumber pendapatan tambahan dan mencegah stunting melalui pola makan yang lebih baik untuk anak yang lebih sehat. Pendekatan yang dilakukan meliputi pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga, edukasi perencanaan keuangan untuk pemenuhan gizi anak, serta pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal. Sasaran kegiatan adalah keluarga yang memiliki balita dengan risiko stunting di wilayah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi keuangan meningkatkan kesadaran dan kemampuan keluarga dalam mengelola pendapatan secara efektif untuk kebutuhan gizi anak. Sementara itu, pelatihan kewirausahaan mendorong lahirnya usaha rumah tangga yang turut memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi keuangan dan kewirausahaan berperan cukup signifikan dalam upaya pencegahan stunting. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat diperlukan guna menciptakan intervensi yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
Downloads
References
Astutik, E., & Wibowo, Y. (2021). Pola konsumsi dan gizi anak balita berdasarkan status sosial ekonomi keluarga. Jurnal Gizi dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(2), 89–97.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2022). Strategi nasional percepatan penurunan stunting 2021–2024. BKKBN.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2021–2024. Kementerian PPN/Bappenas.
Hanifa, E. S. D., et al. (2023). KKN tematik UPI 2023: Persepsi masyarakat terkait stunting di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Jurnal Lentera Karya Edukasi, 4(1), 33–42. https://doi.org/10.17509/lentera.v4i1.62214
Fauziyah, D. R., et al. (2024). Pengaruh edukasi dan sosialisasi terhadap tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan stunting anak usia balita di Desa Pasir Peteuy Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 5(1). https://doi.org/10.46306/jabb.v5i1
Jumiati, I. E., Nugroho, G., Giras, B. I., Daerobi, A., Sohib, M., & Legiana, B. N. I. (2025). Sosialisasi pencegahan stunting di Desa Karyawangi Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 36–41. https://doi.org/10.59066/jppm.v4i2.1201
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022a). Survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022b). Profil kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022c). Profil kesehatan Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan RI.
Purnamasari, L., Dewi, N. L. P. R., & Santosa, M. H. (2023). Model pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis UMKM dalam upaya penanggulangan stunting. Jurnal Ekonomi Sosial, 11(1), 23–34.
Selvi, & Isnawati, S. (2021). Pemberdayaan dan penguatan ekonomi keluarga melalui program UP2K-PKK dalam pencegahan stunting. Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat), 10(1). https://doi.org/10.37905/sibermas.v10i1.10374
Bangun, S. M. B., et al. (2025). Pengaruh literasi keuangan dan ketahanan pangan keluarga terhadap pencegahan stunting pada balita di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG). https://doi.org/10.35451/j0t94544
Natasha, S. F., et al. (2024). Pencegahan stunting melalui pemberdayaan ekonomi keluarga di Desa Klumpang Kampung. JUMAS: Jurnal Masyarakat, 3(1), 48–53. https://doi.org/10.54209/jumas.v3i01.88
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2021). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2018–2024. Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.
UNICEF Indonesia. (2019). Stunting reduction: Nutrition interventions and multisectoral collaboration. UNICEF.
UNICEF Indonesia. (2022). Stunting in Indonesia: Policy and action. UNICEF.
World Bank. (2020). Indonesia economic prospects: Boosting the recovery. World Bank Group.
World Bank. (2021). Investing in nutrition and early childhood development in Indonesia. World Bank Group.
World Health Organization. (2021). Multisectoral approaches to tackling stunting: Global strategies and lessons learned. WHO.

















