HILIRISASI HASIL PERIKANAN KELOMPOK PELAGIS KECIL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT PULAU KOSONG
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i8.2789Keywords:
Produk Olahan, Pelagis Kecil, Daun Kelor, Ketahanan PanganAbstract
Peningkatan produksi olahan hasil perikanan tidak disertai dengan optimalisasi pengembangan produk karena bertumpu pada pengeringkan ikan saja di Pulau Kosong Kota Jayapura. Upaya untuk memaksimalkan produk olahan perikanan dapat dilakukan dengan memperbaiki penampilan produk dan varian, sehingga pembeli berkeinginan membeli lagi produk dengan penampilan baru (dari segi bentuk, ukuran, gaya, kemasan, maupun cita rasa). Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat terobosan lain seperti produk olahan perikanan berbasis nilai tambah. Program ini menggunakan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan. Analisa yang digunakan adalah pelatihan dengan pemberian materi dan demonstrasi dalam pembuatan ragam olahan produk perikanan serta penilaian tampilan dari ragam olahan produk perikanan dengan skala likert dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat kepada istri-istri nelayan di Pulau Kosong Kota Jayapura dengan memberikan pelatihan dalam pembuatan ragam olahan produk perikanan. Ragam olahan produk perikanan yang dicampur dengan daun kelor seperti nugget ikan kelor (green fish nugget), samosa ikan kelor (green fish samosa) dan rolade ikan kelor (green fish roll). Selanjutnya, melakukan penilaian terhadap tampilan warna, aroma, tekstur dan rasa dari nugget ikan kelor (green fish nugget), samosa ikan kelor (green fish samosa) dan rolade ikan kelor (green fish roll). Mitra yang menilai produk olahan ikan yang dicampur dengan daun kelor sangat setuju untuk dikembangkan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang bergizi bagi Masyarakat yang ada di Pulau Kosong Kota Jayapura.
Downloads
References
Purwanto, H. (2020). Peran istri nelayan dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Kelurahan
Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban (Tesis, Program Studi Pendidikan Ekonomi,
Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang). Universitas Negeri Semarang.
Bahtiar, P., Purnama, M. F., Sirza, L. O. M. J., Salwiyah, Arman, P., Haslianti, Y. I. P. H., & Ermayanti, I.
(2022). Meningkatkan nilai tambah komoditas ikan laut non ekonomi menjadi makanan
% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Warna= kuning kecoklatan, putih dan hijau
Aroma = aroma khas ikan dan daun kelor
Tekstur= halus,lembut, serat dari daun kelor
Rasa= gurih,rasa daun kelor ,asin
Green Fish Rolade
Open access article under the CC–BY-SA license. Copy right © 2025, Tuhumena et al., 4117
Pempek Palembang khas Sulawesi Tenggara. Room of Civil Society Development, 1(2), 181–
https://doi.org/10.59110/rcsd.53
Purwadi, M. A. (2021). Karakteristik perikanan tangkap ekonomi rumah tangga Orang Asli Papua. Jurnal
Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan, 8(3), 1–18.
Wibowo, B. (2019). Ikan siap saji: Alternatif pasarkan produk olahan ikan. Bisnis.com. Diakses 3 Maret
, dari https://ekonomi.bisnis.com/read/20190303/99/895526/produk-olahan-
perikanan-konsep-siap-saji-jadi-alternatif
Supriadi, D., Eulis, H. N., Restu, W., & Rena. (2021). Analisis nilai tambah (value added) usaha
pemasaran dan pengolahan hasil perikanan di Kota Cirebon. Jurnal Investasi, 7(2), 1–12.
https://doi.org/10.31943/investasi.v7i2.131
Abdullah, A., Andi, R. W., Ratnawati, B., Budiman, & Sulkifli. (2022). Pengembangan produk olahan
hasil tangkap perikanan di Pulau Barrang Lompo. Hippocampus: Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 1(2), 36–41.
Prabowo, N. (2015). KKP dorong komoditas hasil perikanan sokong perekonomian. Medcom.id. Diakses
Maret 2025, dari https://www.medcom.id/ekonomi/mikro/eN4QXr5b-kkp-dorong-
komoditas-hasil-perikanan-sokong-perekonomian
Nainggolan, H. L., Jongkers, T., & Albina, G. (2019). Pengembangan sektor perikanan menuju hilirisasi
industri untuk mendukung pembangunan ekonomi wilayah Kabupaten Serdang Bedagai,
Provinsi Sumatera Utara. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and
Technology, 15(2), 139–148.
Ohorella, R., Lolita, T., & Tesalonikan, K. R. (2022). Model pemberdayaan pelaku usaha perikanan di
Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Acropora, 5(1), 1–5.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2012). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik
Indonesia Nomor Kep.14/Men/2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan
Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan. Jakarta: KKP.
Bar, E. S. (2015). A case study of obstacles and enablers for green innovation within the fish-processing
equipment industry. Journal of Cleaner Production, 90, 234–243.
https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2014.11.055
Stacey, N., Liese, R. N., Lockwood, C. W., Wadley, W., Dedi, S. A., Dirk, J. S., & Ria, F. (2021). Developing
sustainable small-scale fisheries livelihoods in Indonesia: Trends, enabling and constraining
factors, and future opportunities. Marine Policy, 132, 104654.
https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104654
Pike, A., Rodríguez-Pose, A., & Tomaney, J. (2013). Local and regional development in the global North
and South. Progress in Development Studies, 14(1), 21–30.
https://doi.org/10.1177/1464993413543463
Surya, B., Firman, Hernita, S., Seri, S., Herminawaty, A., & Muhammad, I. (2021). Economic growth,
increasing productivity of SMEs, and open innovation. Journal of Open Innovation: Technology,
Market, and Complexity, 7(1), 20. https://doi.org/10.3390/joitmc7010020
Putri, A., Elma, M. R., Hanny, R., Nazla, B. Q., & Tawfiqurrohman. (2022). Penerapan teknik
Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam menangani permasalahan lingkungan di Desa
Sukamaju, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(20), 378–385.
https://doi.org/10.5281/zenodo.7243114
Suswandi. (2022). Pengembangan masyarakat dan kajian pedesaan partisipatif. Boyolali: Pustaka
Bintang Kelas.