SOSIALISASI GIZI KERJA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TERHADAP GIZI PADA PEKERJA
DOI:
https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i8.2718Keywords:
Gizi Kerja, Konstruksi, Status Gizi, SosialisasiAbstract
Masalah gizi kerja masih menjadi tantangan serius di sektor konstruksi yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan pekerja. Minimnya pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, kebiasaan makan yang kurang sehat, serta kondisi kerja yang tidak mendukung menjadi penyebab utama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja mengenai pentingnya status gizi melalui edukasi dan sosialisasi. Metode kegiatan ini menggunakan pendekatan kolaboratif, pengukuran IMT, pre-test dan post-test, serta ceramah interaktif berbasis poster di lokasi kerja. Metode disesuaikan dengan kondisi lapangan dan karakteristik peserta agar materi mudah dipahami dan diterapkan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pekerja konstruksi tentang gizi kerja. Setelah edukasi, 94,1% pekerja memahami pentingnya gizi seimbang dan kebutuhan kalori sesuai beban kerja, dibandingkan hanya 17,7% sebelum edukasi. Selain itu, status gizi pekerja teridentifikasi beragam, dari gizi kurang hingga lebih, mencerminkan ketidakseimbangan konsumsi harian. Edukasi interaktif dinilai efektif karena sesuai konteks lapangan. Temuan ini menguatkan pentingnya integrasi edukasi gizi dalam program keselamatan kerja (K3), untuk meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan membangun budaya kerja sehat di sektor konstruksi secara berkelanjutan.Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih baik dan membuka peluang pengembangan program kesehatan kerja jangka panjang. Kegiatan edukatif ini terbukti efektif sebagai langkah awal membentuk budaya kerja sehat dan produktif.
Downloads
References
Agista, A. (2014). Kedokteran okupasi: Berbagai penyakit akibat kerja dan upaya penanggulangan dari
aspek kedokteran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Damayanti, S. A. (2017). Pengaruh puding Modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita
malnutrisi di Puskesmas Kepatihan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik (Disertasi).
Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Desmarta, K. (2023). Status gizi dan kebutuhan energi pekerja pabrik di Indonesia. Nutrizione: Nutrition
Research and Development Journal, 3(3), 58–65. https://doi.org/10.5555/20143247750
journal.unnes.ac.idjournal.yp3a.org+5jneonatalsurg.com+5jneonatalsurg.com+5
Farikha, R. R. P., & Ardyanto, D. (2016). Hubungan status gizi, karakteristik individu dengan
produktivitas pekerja sorting dan packing. The Indonesian Journal of Occupational Safety and
Health, 5(1), 71–80.
Fitriananto, D. S., Widajanti, L., Aruben, R., & Rahfiluddin, M. Z. (2018). Gambaran status gizi pekerja
bangunan wanita di Kecamatan Tembalang Kota Semarang Tahun 2016. Jurnal Kesehatan
Masyarakat, 6(1), 419–425.
Hardinsyah, & Briawan, D. (2017). Gizi kerja dan produktivitas. Jakarta: Penebar Swadaya.
Mardalena, I. M. (2021). Dasar-dasar ilmu gizi dalam keperawatan: Konsep dan penerapan pada
asuhan keperawatan. Perpustakaan Nasional RI.
Parinduri, A. I., Siregar, A. F., & Octavariny, R. (2021). Pendidikan gizi kerja untuk peningkatan
produktivitas pada tenaga kerja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kestra, 1(1), 213–216.
Ramadhanti, A. A. (2020). Status gizi dan kelelahan terhadap produktivitas kerja. Jurnal Ilmiah
Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 213–218.
Rauf, A., Hamid, R., & Jamil, M. (2021). Gender participation in the construction industry: Barriers and
solutions. International Journal of Construction Management, 21(4), 358–365.
https://doi.org/10.1080/15623599.2019.1599959
Sari, A. R., & Muniroh, L. (2017). Hubungan kecukupan asupan energi dan status gizi dengan tingkat
kelelahan kerja pekerja bagian produksi (Studi di PT Multi Aneka Pangan Nusantara Surabaya).
Amerta Nutrition, 1(4), 275–281. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.7127
Sari, M., Nurjazuli, N., & Rahmawati, F. (2020). Efektivitas edukasi gizi terhadap perubahan perilaku
makan pada pekerja informal. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 8(3), 145–153.
https://doi.org/10.14710/jkm.v8i3.30325
Sediaoetama, A. D. (2016). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi (Edisi revisi). Jakarta: Dian Rakyat.
Stitaprajna, A., & Aslam, M. (2020). Hubungan status gizi dan asupan energi dengan produktivitas kerja
pada pekerja PT Propack Kreasi Mandiri Cikarang. Jurnal Nutrisia, 22(2), 86–93.
Sugiarto, S., Yenni, M., & Wuni, C. (2023). Surveilans gizi di tempat kerja sebagai upaya pencapaian
lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat,
(6), 1985–1990.
Suma’mur. (2009). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (Hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.
Sunaryo, M. (2018). Gambaran pola makan terhadap status gizi siswa di SD Putra Indonesia Surabaya.
Jurnal Teknologi Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, 2(1), 42–50.
Yuliana, L., Arifin, A. M., & Rahayu, A. (2022). Strategi promosi gizi untuk pekerja lapangan melalui
pendekatan edukatif dan kontekstual. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(2), 89–96.
Yusof, N. A., Shafiei, M. W. M., & Mohamed, M. (2019). Women’s participation in the construction
industry: A review of barriers and strategies. Journal of Engineering, Design and Technology,
(8), 1526–1541. https://doi.org/10.1108/JEDT-01-2019-0012.