PEMANFAATAN ALAT PENJERNIH AIR BERBASIS KAYU BAKAU DAN BATU APUNG

  • Alfina Alaydrus Program Studi Fisika Universitas Mataram
  • Kasnawi Al Hadi Program Studi Fisika Universitas Mataram
  • Laili Mardiana Program Studi Fisika Universitas Mataram
  • Teguh Ardianto Program Studi Fisika Universitas Mataram
  • Susi Rahayu Prodi Fisika Fakultas MIPA Universitas Mataram
Keywords: Arang Karbon, batu apung, penjernih air

Abstract

Desa Pelangan merupakan salah satu daerah penambangan emas di Sekotong Barat. Aktivitas penambangan dilakukan secara legal maupun ilegal. Aktivitas penambangan secara illegal dilakukan menggunakan peralatan sederhana tanpa memperhatikan keselamatan kerja dan keselamatan lingkungan akibat pengolahan emas. Lingkungan yang tercemar mulai dirasakan warga dengan tercemarnya air di desa ini. Pencemaran yang terjadi diantaranya air yang berbau dan warna air yang keruh. Sehingga, perlu dilakukan pengabdian untuk memberikan pengetahuan cara membuat alat filtrasi dan cara menjernihkan air berbasis kayu bakau dan batu apung. Kayu bakau dipotong secara homogen dan dilakukan pembakaran hingga hitam sempurna, sedangkan batu apung ditreatment dengan dibuat dalam bentuk partikel dan utuh. Kemampuan dari kedua bahan utma ini sebagai absorben akan sangat membantu proses filtrasi. Dari hasil pengabdian ini, masyarakat sangat antusias karna memperoleh air yang layak untuk dipakai. Hasil yang diperoleh dari alat penjernih ini yaitu air menjadi lebih jernih, tidak berbau, dan layak untuk dipakai. Pembuatan alat ini menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan masyarakat desa Pelangan untuk memperoleh air bersih.

Published
2020-12-29